Banyuwangi Daerah Rawan Malaria di Jatim

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu dari empat daerah Kabupaten di Jawa Timur, yang masih rawan atau terindikasi wabah penyakit malaria.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 27 Mar 2015 11:49 WIB

Author

HERMAWAN ARIFIANTO

Banyuwangi Daerah Rawan Malaria di Jatim

ilustrasi

KBR, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu dari empat daerah Kabupaten di Jawa Timur, yang masih rawan atau terindikasi wabah penyakit malaria. Selain Banyuwangi, kabupaten yang dinilai belum terbebas malaria adalah Trenggalek, Pacitan, dan Madiun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular,Dinas Kesehatan Banyuwangi Waluyo mengakui, daerahnya masih belum terbebas penyakit malaria. Namun dia mengklaim, kasus malaria setiap tahunnya terus menurun.

Pada 2013, penderita malaria di Banyuwangi mencapai 127 orang. Tahun lalu turun 58 penderita. Sedangkan hingga Maret 2015 ada dua orang penderita malaria.

Kata Waluyo,tidak mudah mendapat predikat bebas malaria, bahkan hingga membuahkan sertifikasi. Menurutnya, untuk bisa terbebas dari kasus malaria, harus tidak ada kasus indigenous atau kasus malaria yang berasal dari daerah sendiri. Selain itu juga harus berusaha melenyapkan faktor penular.

“Kalau malaria juga ada empat kabupaten yang belum menerima sertifikat bebas. Kita pantau terus dan kita laporkan terus setiap bulan hasil pantauan itu. Kalau ada kasus juga tidak bersumber di kabupaten kita dari daerah luar, dari bepergian dari daerah luar Kabupaten Banyuwangi,” kata Waluyo, Jumat (27/3/2015).

Pada 2011, Banyuwangi pernah dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria. Pada saat itu jumlah penderita di Banyuwangi mencapai 144 kasus. dari jumlah tersebut kasus terbanyak berada di Kecamatan Wongsorejo yaitu 96 kasus.

Sementara itu berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, daerah reseptif malaria berada di pantai selatan Pacitan hingga Banyuwangi, melingkar ke Situbondo terus naik ke kepulauan Sumenep. Selain itu, di sekitar Gunung Wilis, meliputi Madiun, Ponorogo, Nganjuk, dan Kediri juga masuk reseptif malaria.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru jam 10