PSI: Pemprov DKI Banyak Ide Atasi Banjir, Tapi Kurang Implementasi

Kata Idris, Pemprov DKI Jakarta tidak kekurangan ide dalam menghadapi permasalahan. Hanya saja implementasi kerjanya kurang efektif.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 07 Jan 2020 21:07 WIB

Author

Sadida Hafsyah

PSI: Pemprov DKI Banyak Ide Atasi Banjir, Tapi Kurang Implementasi

Seorang warga melintasi banjir di kawasan Kampung Baru, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020). (Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA)

KBR, Jakarta - Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad mengkritik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait anggaran pengendalian banjir. Menurutnya, serapan anggaran itu tidak optimal dan tidak sesuai dengan rencana pemerintah. 

Kata dia, Pemprov DKI Jakarta tidak kekurangan ide dalam menghadapi permasalahan. Hanya saja implementasi kerjanya kurang efektif. 

"Kan terbukti, serapan anggarannya rendah terhadap proses pengendalian banjir dan sebagainya. Itu kan salah satu bukti konkret bahwa sebenarnya ada yang tidak berjalan nih. Sedangkan yang diumbar-umbar hanya konsep, mau naturalisasi atau normalisasi atau apapun. Itu hanya wacana tanpa ada bukti kerja," ujar Idris kepada KBR pada (7/1/2020).

Idris menilai, Pemprov DKI Jakarta lebih banyak memperdebatkan konsep, ketimbang melaksanakannya. Padahal kondisi lingkungan mendesak pemerintah agar bergerak cepat melakukan tindakan preventif untuk mengendalikan banjir.

"Saat ini kan kita berdebat naturalisasi, normalisasi. Yang jadi masalah, apapun konsepnya, tidak ada yang dijalani. Sehingga kita tidak bisa mengevaluasi secara optimal. Jadi lupakan wacana, mari kita bekerja," cetusnya lagi.

Idris menyebut, DPRD akan terus mengawasi implementasi penganggaran pemerintah, terutama soal banjir yang selalu menjadi masalah rutin Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, ia juga akan memperhatikan pelaksanaan peraturan. Terutama peraturan terkait syarat lingkungan yang ada dalam perizinan pembangunan.

"Misalkan apakah benar-benar saluran itu diperlebar. Apakah pengerukan, anggaran untuk sumber daya air itu, pembelian traktornya, pembelian eskavatornya, itu benar-benar digunakan," tegasnya.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi