Jokowi Akan Terbitkan Inpres Antisipasi Bencana Tak Pasti

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, rencana penerbitan Inpres yang mengantisipasi bencana kontingensi itu akan membuat seluruh kepala daerah lebih siap dalam mengantisipasi bencana.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 03 Jan 2020 19:45 WIB

Author

Dian Kurniati

Jokowi Akan Terbitkan Inpres Antisipasi Bencana Tak Pasti

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (tengah) usai rapat terbatas di Istana Merdeka (3/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) yang berisi perintah agar kepala daerah menyusun rencana mengantisipasi bencana yang kontingensi atau tidak pasti. 

Demikian diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (3/1/2020). 

Doni mengatakan, rencana penerbitan Inpres yang mengantisipasi bencana kontingensi itu akan membuat seluruh kepala daerah lebih siap dalam mengantisipasi bencana, seperti banjir saat musim penghujan, dan kekeringan pada musim kemarau.

"Ketika musim hujan, kita mengalami banjir bandang dan tanah longsor. Dan setiap peristiwa ini, hampir pasti menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Dengan Inpres ini, diharapkan komponen pusat dan daerah, termasuk TNI/Polri bisa mengingatkan kepala daerah mengambil langkah-langkah, mulai kesiapsiagaan sampai mitigasi dan kewaspadaan," kata Doni di kantor presiden.

Dilanjutkan Doni, Inpres tersebut juga akan menjadi pegangan bagi kepala daerah melihat dinamika bencana di daerahnya. Jika dibutuhkan, kata Doni, kepala daerah bisa segera menetapkan status tanggap darurat, agar BNPB segera mengucurkan dana bantuan bencana untuk wilayah tersebut.

Merespons permintaan Doni itu, Jokowi langsung memerintahkan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung untuk mempercepat penerbitan Inpres. 

Setelah Inpres terbit, kata Doni, kolaborasi antara kepala daerah dan kementerian/lembaga akan menjadi satu paket besar dalam menghadapi ancaman bencana.

Selain itu, Doni juga meminta kepala daerah membuat grup komunikasi untuk memberikan informasi tentang perkembangan bencana. Menurutnya, grup komunikasi tersebut juga diperlukan di tingkat keluarga, agar semua masyarakat mendapatkan informasi yang valid. 

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mengusung Pilkada yang Sehat dan Berkualitas