Bagikan:

Pengamat: Pindahkan Napi Teroris Dalam Satu Penjara, Beresiko

Mereka justru bisa berkonsolidasi dengan sesama napi teroris

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 23 Jan 2016 21:17 WIB

Pengamat: Pindahkan Napi Teroris Dalam Satu Penjara, Beresiko

Ilustrasi

KBR, Jakarta- Deputi Program Pusat Kajian Tahanan Center Detention Studies, Gatot Goei, menilai rencana pemisahan narapidana kasus terorisme dalam satu lapas khusus membahayakan. Kata dia, bergabungnya para teroris dalam satu atap, hanya akan membuat konsolidasi para teroris semakin besar. Seharusnya, pemerintah melakukan penilaian terlebih dahulu terhadap para napi teroris. Semisal, penilaian soal niat melakukan teror dan resiko mengulangi hal yang sama.
"Pemerintah jangan sampai gegabah mengambil tindakan tersebut. Lanjutkan saja dulu prosesnya sambil dilakukan pengamatan dan penilaian-penilaian mengenai dampak-dampak terkait," ujar dia saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (01/23).
Menurut dia, penilaian resiko dan kebutuhan akan narapidana hingga kini belum dilakukan oleh pemerintah. Padahal kata Gatot, peraturan dari menteri terkait soal hal tersebut sudah ada namun belum dilaksanakan. 
Sebelumnya, pemerintah berencana memisahkan tempat tahanan narapidana teroris dari narapidana lainnya. Para napi teroris juga akan mendapat perlakuan khusus sebagai upaya deradikalisasi ideologi yang dimilikinya. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan tahanan teroris akan dibagi empat, ada ideologi, radikal, logistik, dan penggembira. Pemisahan narapidana teroris akan mulai dieksekusi pekan depan.
Editor: Dimas Rizky

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending