Bagikan:

Listrik, Daging, Logistik Desa Jadi Fokus Kebijakan Perekonomien Ke-9

Kebutuhan nasional setahun mencapai 674,69 ribu ton atau setara dengan 3,9 juta ekor sapi

BERITA | NASIONAL

Rabu, 27 Jan 2016 20:36 WIB

Author

Dian Kurniati

Listrik, Daging, Logistik Desa Jadi Fokus Kebijakan Perekonomien Ke-9

Menko Perekonomian Darmin Nasution saat mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke-9 (Sumber: Setkab/Jay)

KBR, Jakarta- Pemerintah  menerbitkan paket kebijakan ekonomi jilid sembilan. Paket terdiri dari tiga poin, meliputi pembangunan infrastruktur pembangunan listrik, stabilitas harga daging, dan peningkatan sektor logistik desa dan kota.

Kebijakan pembangunan infrastruktur listrik berguna untuk memenuhi kebutuhan listrik rakyat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan rasio elektrifikasi. kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasutio, pemerintah akan mendukung PT. PLN  misalnya dengan menjamin penyediaan energi primer dan menambah pendanaan berupa penyertaan modal nasional.

“Sampai tahun 2015, kapasitas listrik terpasang di Indonesia mencapai 53 GW dengan energi terjual mencapai 220 TWH. Rasio elektrifikasi saat ini sebesar 87,5%. Untuk mencapai rasio elektrifikasi hingga 97,2% pada 2019, diperlukan pertumbuhan pembangunan infrastruktur  ketenagalistrikan sekitar 8,8% per tahun. Ini berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 6% per tahun dengan asumsi elastisitas 1,2”, kata Darmin.  

Kebijakan berikutnya tentang pasokan ternak dan atau produk hewan. Kebijakan itu didasari kebutuhan daging sapi yang terus meningkat. 

“Pada 2016 ini, misalnya, kebutuhan nasional adalah 2,61 perkapita sehingga kebutuhan nasional setahun mencapai 674,69 ribu ton atau setara dengan 3,9 juta ekor sapi,” papar Darmin.

Pemerintah mengupayakan peningkatan logistik ke desa dan kota dengan meregulasi peraturan yang berkaitan dengan pembangunan konektivitas ekonomi dan desa. Lima jenis usaha yang akan diregulasi meliputi mengembangan usaha jasa penyelenggaraan pos komersial, penyatuan pembayaran jasa kepelabuhanan secara elektronik, sinergi BUMN membangun konsoidator ekspor produk UKM dan ekonomi kreatif, sistem pelayanan terpadu pelabuhan secara elektronik, serta penggunaan mata uang untuk transaksi kegiatan transportasi.


Editor: Rony Sitanggang



 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Lampu Hijau untuk Ganja Medis?