Tunggakan Jamkesda di Pati Ditaksir Rp10 Miliar

Tunggakan pembayaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Pati mencapai miliaran Rp10,6 miliar.

Kamis, 12 Jan 2017 08:12 WIB

Ketua DPD Mohammad Saleh (tengah) bersama Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba (kiri), Walikota Medan Akhyar Nasution (kedua kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Usma Polita Nasution (kanan)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Pati - Tunggakan pembayaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Pati mencapai miliaran Rp10,6 miliar. Tunggakan tersebut terbanyak di RSUD RAA Soewondo dan di 29 puskesmas. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Edi Sulistiyono, tunggakan tersebut terjadi karena minimnya, ketersediaan anggaran APBD.

“Uuntuk anggaran kita terbatas. Kita prioritaskan untuk yang rujukan ke Rumah Sakit di Semarang dulu. Sehingga yang masih kita pending pembayarannya yang ada di RSUD RAA Soewondo dan puskesmas. Tapi yang banyak di Soewondo,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Edi Sulistiyono, Rabu (11/1/2017).

Untuk itu, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Edi Sulistiyono,  pada APBD 2017 ini, pihaknya akan mengalokasikan sebagian anggaran untuk melunasi pembayaran tunggakan di RSUD RAA Soewondo dan puluhan puskesmas tersebut.

“Semoga pada perubahan anggaran ditambah. Karena kebutuhan kita memang untuk pelunasan tunggakan tersebut sekitar Rp.16 milyar sampai Rp20 miliar untuk anggaran Jamkesda. Sesuai dengan pendapatan dari Rumah Sakit sebesar itu sekitar  Rp16 miliar sampai Rp17 miliar,” terangnya.

Dengan alokasi anggaran Rp11 miliar yang diterima Dinas Kesehatan akan melakukan pembenahan, agar pelunasan pembiayaan Jamkesda terbayarkan semua.

Baca juga:
Pemkot Kupang Enggan Alihkan Jamkesda ke BPJS Kesehatan
Menanti BPJS untuk Semua




Editor: Quinawaty
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"