[SAGA] Demi Merawat Keberagaman, Hakam-Rofingatul Menyusuri 9 Negara

"Kalimat Allahuakbar bukan untuk maju perang, tapi ucapan itu untuk ayo kita damai," imbuh Rofingatul.

Kamis, 26 Jan 2017 13:15 WIB

Hakam Mabruri bersama istrinya, Rofingatul Islami melakukan Holy Journey Cycling Trip. Foto: Eko Widianto/KBR.

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Malang - Sebuah tas berisi pakaian, makanan, peralatan dan suku cadang, nyantol di sepeda tandem milik Hakam Mabruri.

Sembari mempersiapkan perlengkapannya, Hakam bersama sang istri, Rofingatul Islami, juga melatih fisik dan mental. Pasalnya, setahun mendatang mereka akan menjelajahi sembilan negara; Malaysia, Thailand, Nepal, India, Arab Saudi, Yordania, Palestina, dan terakhir Mesir.

Ditemui di rumahnya, Hakam bercerita, cara ini dilakoni sebagai medium menyampaikan pesan damai. Sebab menurutnya, belakangan muncul aksi-aksi intoleran yang mengancam ke-Bhinekaan. Sebut saja, pelarangan ibadah jemaat Kristen, Ahmadiyah, Syiah. Bahkan ada pula yang berujung kekerasan.

"Pesan yang ingin disampaikan tentang kepercayaan bahwa damai itu bagian dari keimanan. Indonesia itu berlatar macam-macam agama dan kebudayaan tetapi saling menghormati," kata Hakam pada KBR sebelum berangkat.

Hakam sendiri adalah anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang. Bersepeda pun, sudah tak asing baginya. Dua tahun sebelumnya, ia telah berkeliling Indonesia melintasi Malaysia dan Brunei Darussalam –mengkampanyekan setop perdagangan dan perburuan penyu.

Perjalanan ini, nantinya juga dimanfaatkan untuk bertemu beragam komunitas dalam rangka membangun jejaring komunikasi lintas iman dan membagikan pengalaman spiritual mereka sebagai umat Muslim.

"Kami akan melewati perjalanan jejak Islam, peziarah dan komunitas non-Muslim yang akan kita tentukan titiknya. Sambil membagikan brosur ajakan untuk kerukunan antarumat beragama."

Sementara sang istri, Rofingatul, bakal ‘meracuni’ setiap orang yang dijumpainya, bahwa umat Islam di Indonesia cinta damai.

"Pesan mereka kita Muslim suka damai, kerukunan lah. Kita beda agama tapi satu tujuan. Kita menyembah berbeda tetapi kita itu cinta damailah Islam. Kalimat Allahuakbar bukan untuk maju perang, tapi ucapan itu untuk ayo kita damai," imbuh Rofingatul.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang, Hasan Abadi, sangat mendukung aksi Hakam dan Rofingatul –yang baginya sesuai dengan misi Nahdlatul Ulama; menyerukan Islam Nusantara. Islam yang membawa kearifan lokal, merawat keberagaman, juga menjaga perdamaian.
 
"Perjalanan pertama yang mereka lakukan sampai Mesir-Maroko. Kalau ini sukses ada etape kedua ke Amerika dan Eropa. Tapi untuk daerah ini sudah kita komunikasikan dengan jaringan perdamaian di Irak. Di Malaysia dan Singapura ada komunitas Bahai internasional. Di Eropa juga ada komunitas antaragama," ujar Hasan Abadi.

Dia pun menyayangkan kian maraknya aksi intoleransi di Indonesia.

"Kita merasa hari ini kebhinekaan dan persatuan terkoyak. Bukan hanya Indonesia. Sekarang ini kecenderungan global. Ada kekuatan rasial menguasai dunia. Ada peristiwa di Myanmar dan tempat lain dan kelompok di timur tengah itu."

Penyelengara aksi Hakam, Muhamad Amir, menyebut setidaknya butuh Rp90 juta untuk membiayai ekspedisi kali ini. Namun, baru terkumpul Rp10 juta yang berasal dari donasi dan penjualan cinderamata.

"Yang penting jalan dululah, Rp10 juta untuk tembus Indonesia saya pikir cukup. Cuma etape kedua dan ketiga menjadi pe-er terbesar kita. Karena kita juga dilihat komunitas lain, oh anak ini benar-benar," jelas Muhamad Amir.

Ia melanjutkan, Nepal dan Arab Saudi, akan menjadi jalur terberat lantaran sepanjang jalan banyak rute yang jauh dari pemukiman sehingga sulit jika keduanya terkena masalah. Kembali Amir.

"Bisa di Nepal bisa di Arab Saudi, kalau selain itu tiga hari tembus. Ketemu pemukiman dua tiga hari. Kalau di Arab Saudi gowes ratusan kilometer baru ketemu rumah itu di Arab Saudi dan Nepal. Kalau ada trouble di jalan kemudian tak bisa kontak official di Malang, maka insting orang di lapangan."

Sementara itu, Bupati Malang, Rendra Kresna, punya pesan khusus untuk Hakam dan Rofingatul.

"Akan membawa misi, mengenalkan Indonesia. Jaga kesehatan dan jaga semangat. Menyangkut perjalanan yang tak satu dua hari, atau sebulan. Ini menyangkut perjalanan selama satu tahun," pungkas Rendra Kresna.





Editor: Quinawaty
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Soal Munaslub, Wasekjen Golkar Minta DPD Solid

  • Pengamat: Setnov Akan Langgeng Jadi Ketua Umum Meski Dipenjara
  • DPRD Desak Pemprov DKI Rampungkan Konsep Penataan Kampung Akuarium
  • Bansos Banyak Salah Sasaran, Cilacap Siapkan Basis Data Terpadu