Berantas Ancaman dan Merawat Kedaulatan Indonesia

Bersama Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Kamis, 08 Jun 2017 16:03 WIB

Aktivitas Hizbuth Tahrir Indonesia atau HTI dengan basis ideologi khilafah, diduga telah mengancam kedaulatan negara Republik Indonesia. HTI merupakan organisasi masyarakat yang kegiatannya menyangkut dakwah, namun amat disayangkan karena dakwah yang disampaikan dinilai telah masuk ke dalam ranah politik yang mengancam kedaulatan NKRI. Keputusan pemerintah untuk membubarkan HTI ini merupakan proses yang panjang, bukan secara tiba-tiba, pemerintah mengajak masyarakat untuk memahami masalah ini secara jernih, proporsional dan konkret, sehingga tidak perlu ada perdebatan yang panjang lebar.  Kedaulatan Indonesia merupakan tanggung jawab semua warga negara Indoesia tanpa terkecuali, karena dalam UUD 1945, tertuang bahwa warga negara Indonesia wajib hukumnya untuk membela negara. Bagaimana kita harus menyikapi dan mempertahankan kedaultan bumi pertiwi Indonesia?

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau