Pengamat: Luhut Tidak Tepat Menjadi Plt Menteri ESDM

Karena Luhut masih berbisnis.

Selasa, 16 Agus 2016 15:00 WIB

Luhut Pandjaitan. (KBR/Ais)

Luhut Pandjaitan. (KBR/Ais)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


Menteri ESDM  Archandra Tahar, mulai Selasa (16/8/2016) sudah tak lagi menjabat, pasca diberhentikan secara terhormat oleh Presiden Jokowi, tadi malam, akibat dwi kewarganegaraannnya.

Menteri Koodinator Kemaritiman Luhut Panjaitan pun ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Menteri ESDM. Namun, penunjukkan Luhut, dikhawatirkan bisa menimbulkan konflik kepentingan.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa,  Luhut, bukan figur yang tepat untuk menjadi Plt Menteri ESDM, salah satunya karena Luhut masih berbisnis.  Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.