Foto: KBR/Ais

Foto: KBR/Ais

Semalam, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menutup Mahkamah Kehormatan Dewan dengan sebuah penegasan. Dia adalah saksi dalam perkara dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto. Bahwa yang dia lakukan adalah upaya untuk memuliakan Dewan. Ia juga meminta supaya orang yang melaporkan, seperti dia, seharusnya diperlakukan dengan mulia – bukannya dianggap sebagai orang yang bersalah.

Pernyataan ini muncul untuk merespons sejumlah pertanyaan yang diajukan anggota MKD kepada Sudirman. Beberapa pertanyaan terlihat seperti menyudutkan Sudirman atau tak relevan. Misalnya ketika Sudirman ditanya soal limbah yang dibuang PT Freeport di tanah Papua. Ini jelas tak ada kaitannya dengan materi MKD. Yang dilakukan Sudirman adalah melaporkan soal Setya Novanto yang diduga telah menyalahgunakan kewenangan publiknya untuk memperkaya diri sendiri – sebuah definisi dasar dari ‘korupsi’.

Sudirman sempat menyatakan bahwa ia tak terima jika pertanyaan melebar dan tak pada fokusnya. Ini pula yang memicu publik yang mengikuti sidang MKD untuk memunculkan tagar #PertanyaanMKD di Twitter. Di situ sengaja dilontarkan pertanyaan-pertanyaan lucu untuk merespons apa yang terjadi di dalam sidang MKD. Tagar ini sempat menjadi trending topic dunia di Twitter.

MKD semalam adalah sesuatu yang dinantikan banyak orang. Sidang akhirnya bisa ditonton secara terbuka, disiarkan secara live  di televisi. Artinya, ada jutaan pasang mata yang mengawasi perjalanan sidang. Termasuk menjadi saksi ketika ada 10 anggota MKD yang mendorong supaya rekaman percakapan #PapaMintaSaham ini bisa diperdengarkan. Empat anggota MKD lain tak setuju rekaman diperdengarkan secara terbuka di sidang.

Hari ini, sidang akan kembali dilanjutkan. Presiden Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsudin dipastikan hadir untuk memberikan keterangan. Sementara pengusaha Riza Chalid, yang disebut-sebut dalam rekaman #PapaMintaSaham ini, belum mengkonfirmasi kehadiran. Jutaan pasang mata kembali dipastikan akan mengawasi proses berjalannya sidang. Meski banyak yang skeptis dengan MKD, bagaimana pun juga proses ini mesti diawasi. Pesannya sangat penting: bahwa pejabat publik mesti betul-betul diawasi secara melekat oleh publik. Artinya, tidak boleh mencuri uang sepeser pun.

Dan sesungguhnya ini kesempatan  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!