Mengawasi MKD

Yang dilakukan Sudirman adalah melaporkan soal Setya Novanto yang diduga telah menyalahgunakan kewenangan publiknya untuk memperkaya diri sendiri – sebuah definisi dasar dari ‘korupsi’.

Kamis, 03 Des 2015 10:00 WIB

Foto: KBR/Ais

Foto: KBR/Ais

Semalam, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menutup Mahkamah Kehormatan Dewan dengan sebuah penegasan. Dia adalah saksi dalam perkara dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto. Bahwa yang dia lakukan adalah upaya untuk memuliakan Dewan. Ia juga meminta supaya orang yang melaporkan, seperti dia, seharusnya diperlakukan dengan mulia – bukannya dianggap sebagai orang yang bersalah.

Pernyataan ini muncul untuk merespons sejumlah pertanyaan yang diajukan anggota MKD kepada Sudirman. Beberapa pertanyaan terlihat seperti menyudutkan Sudirman atau tak relevan. Misalnya ketika Sudirman ditanya soal limbah yang dibuang PT Freeport di tanah Papua. Ini jelas tak ada kaitannya dengan materi MKD. Yang dilakukan Sudirman adalah melaporkan soal Setya Novanto yang diduga telah menyalahgunakan kewenangan publiknya untuk memperkaya diri sendiri – sebuah definisi dasar dari ‘korupsi’.

Sudirman sempat menyatakan bahwa ia tak terima jika pertanyaan melebar dan tak pada fokusnya. Ini pula yang memicu publik yang mengikuti sidang MKD untuk memunculkan tagar #PertanyaanMKD di Twitter. Di situ sengaja dilontarkan pertanyaan-pertanyaan lucu untuk merespons apa yang terjadi di dalam sidang MKD. Tagar ini sempat menjadi trending topic dunia di Twitter.

MKD semalam adalah sesuatu yang dinantikan banyak orang. Sidang akhirnya bisa ditonton secara terbuka, disiarkan secara live  di televisi. Artinya, ada jutaan pasang mata yang mengawasi perjalanan sidang. Termasuk menjadi saksi ketika ada 10 anggota MKD yang mendorong supaya rekaman percakapan #PapaMintaSaham ini bisa diperdengarkan. Empat anggota MKD lain tak setuju rekaman diperdengarkan secara terbuka di sidang.

Hari ini, sidang akan kembali dilanjutkan. Presiden Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsudin dipastikan hadir untuk memberikan keterangan. Sementara pengusaha Riza Chalid, yang disebut-sebut dalam rekaman #PapaMintaSaham ini, belum mengkonfirmasi kehadiran. Jutaan pasang mata kembali dipastikan akan mengawasi proses berjalannya sidang. Meski banyak yang skeptis dengan MKD, bagaimana pun juga proses ini mesti diawasi. Pesannya sangat penting: bahwa pejabat publik mesti betul-betul diawasi secara melekat oleh publik. Artinya, tidak boleh mencuri uang sepeser pun.

Dan sesungguhnya ini kesempatan  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?