Ganti Rugi

Tak terima lantaran tak merasa membunuh, para pengamen lantas mengajukan banding. Pengadilan Tinggi hingga kasasi di Mahkamah Agung memutuskan membebaskan Andro dan Nurdin.

Rabu, 10 Agus 2016 10:09 WIB

Ilustrasi penjara

Ilustrasi penjara

Minggu 30 Juni 3 tahun lalu jadi hari kelam bagi 6 pengamen di Cipulir, Jakarta Selatan. Mereka ditangkap polisi lantaran dituduh membunuh Dicky Maulana. Saat dalam penjara mereka mengaku disiksa petugas. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemudian memvonis Andro dan Nurdin kurungan 7 tahun penjara. Sedang 4 pengamen yang usianya masih di bawah umur dihukum tiga hingga 4 tahun kurungan. 

Tak terima lantaran tak merasa membunuh, para pengamen lantas mengajukan banding. Pengadilan Tinggi hingga kasasi di Mahkamah Agung memutuskan membebaskan Andro dan Nurdin. Majelis hakim menyatakan keduanya tak terbukti secara sah dan meyakinkan telah membunuh.

Meski diputuskan bebas, bukan berarti aparat bisa lepas tangan lantaran asal tangkap. Kedua pengamen itu setidaknya 8 bulan berada di balik terali besi. Gugatan ganti rugi senilai 1 miliar rupiah lantas diajukan kepada polisi dan jaksa. PN Jakarta Selatan yang 3 tahun silam menghukum keduanya 7 tahun penjara, kali ini berbalik. Pengadilan kemarin mengabulkan sebagian gugatan. Hakim tunggal menghukum negara membayar kepada masing-masing penggugat uang sejumlah 36 juta rupiah. Angka itu merupakan penjumlahan dari potensi penghasilan mereka yang hilang selama mereka di penjara.

Ganti rugi sudah diputuskan, dan negara mesti segera menunaikannya. Sepatutnya putusan itu ditindaklanjuti dengan rehabilitasi nama baik. Selain itu, perlu memeriksa petugas baik kepolisian dan kejaksaan yang tak profesional saat menyelidiki suatu kasus. Bukan zamannya lagi main tangkap dan siksa untuk mendapat pengakuan. Kerja penyelidikan dan penyidikan mesti didukung dengan bukti-bukti yang akurat. Kerja itu mesti dilanjutkan untuk memberi ganjaran bagi pelaku pembunuh yang sebenarnya.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok