Lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air. (Basarnas)

Lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air. (Basarnas)

Badan SAR Nasional hari ini melanjutkan upaya evakuasi korban kecelakaan pesawat komersial Trigana Air. Pesawat ini jatuh di kawasan hutan Pegunungan Bintang, Papua. Dari foto udara yang dirilis Basarnas, terlihat sebagian puing-puing pesawat hancur di tengah hutan belantara. Meski kecil kemungkinan, kita tetap berharap ada keajaiban penumpang selamat dalam kecelakaan ini. Duka cita kita untuk seluruh penumpang Trigana Air. 


Ini merupakan kecelakaan kedua yang terjadi di rute penerbangan Sentani-Oksibil. Pada 2009, pesawat berbadan kecil milik maskapai Merpati Nusantara yang menempuh rute yang sama, hilang. Reruntuhan pesawat ditemukan beberapa hari kemudian di hutan dekat bandara Oksibil. Ke-13 penumpang pesawat Merpati meninggal. 


80 persen dari seluruh wilayah Papua adalah hutan. Kondisinya berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan tujuh jalur pegunungan utama melintang dari barat ke timur, seperti membelah Papua menjadi dua. Karena itu wilayah Papua minim infrastruktur transportasi darat. Angkutan udara menjadi andalan untuk bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain, meski ada tarif mahal yang harus dibayar. 


Sulitnya kondisi geografis dan cuaca buruk yang hampir selalu mengganggu jarak pandang juga membuat penerbangan antarkota di Papua selalu membuat cemas. Bahkan beberapa waktu lalu ada istilah 12 rute maut karena kondisi geografis serta seringnya ada perubahan cuaca ekstrem. Pada periode 2009-2011 lalu, terjadi tiga kali kecelakaan pesawat kecil yang menewaskan 50 orang. 


Sebetulnya Kementerian Perhubungan pada lima tahun lalu sempat membuat petunjuk manual rute-rute yang dianggap aman bagi penerbangan di Papua. Karena saat itu maskapai kerap menerbangkan pesawat menurut rute mereka sendiri untuk penghematan. Kita berharap Kementerian Perhubungan kembali memperbaiki dan mensosialisasikan rute-rute aman penerbangan itu kepada seluruh maskapai. 


Jangan sampai kembali terjadi musibah penerbangan yang menjadi andalan warga Papua ini. 


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!