Pelantikan menteri baru kabinet kerja jilid 2. (Antara)

Pelantikan menteri baru kabinet kerja jilid 2. (Antara)



Setelah beberapa pekan ini riuh beredar kabar perombakan kabinet, Presiden Joko Widodo akhinya kemarin mengumumkan nama-nama kabinet kerja jilid 2. Beberapa nama, seperti Luhut Binsar Panjaitan dan Sofjan Djalil hanya bertukar posisi, sedangkan nama lain terpental dari formasi. Dua menteri yang kerap bersitegang di media seperti Menko Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri ESDM Sudirman Said dicopot dari posisinya. Meski membantah dicopot karena kerap berkonflik, Sudirman menegaskan gesekan adalah hal yang biasa. Kata dia, perombakan yang dilakukan Jokowi sebagai respon atas perkembangan yang terjadi di sektor migas.

Tampaknya memang seperti itu. Jokowi ingin memperbaiki kinerja kabinet untuk menjawab janji-janji yang pernah dia obral kala kampanye dulu yang dikenal dengan nawacita. Dari 9 prioritas janji itu kita ragu dilantiknya Wiranto sebagai Menteri Koordinator Hukum Politik dan Keamanan akan sungguh-sungguh menuntaskan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu. Awal Januari lalu, saat rapat terbatas presiden Jokowi secara khusus memerintahkan penuntasan warisan HAM masa lalu. Jokowi  tak ingin masalah itu terus berlarut menjadi masalah untuk semuanya.

Tapi tampilnya Ketua Umum Partai Hanura itu malah bikin masalah baru. Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai Wiranto patut dituntut bertanggungjawab atas sejumlah kasus pelanggaran HAM berat. Dari mulai penyerangan markas PDI 27 Juli, tragedi Trisakti, Kerusuhan Mei, Semanggi I dan II hingga penculikan aktivis. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Unit Kejahatan Serius menyatakan Wiranto sebagai komandan tertinggi angkatan bersenjata gagal mempertanggungjawabkan terjadinya kejahatan kemanusiaan di Timor Leste.

Dari sejumlah catatan itu kita patut ragu, penegakan hukum dan penuntasan kejahatan HAM masa lalu akan dituntaskan di 3 tahun terakhir rezim Jokowi. Itu artinya Jokowi -JK gagal mewujudkan 9 hal janji yang telah mereka ucapkan.  


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!