Melawan Predator Anak

Komisi Perlindungan Anak Indonesia saat ini mengidentifikasi ada 500-an anak Indonesia menjadi korban pelaku kejahatan pedofil dan disebarkan lewat media sosial.

Jumat, 17 Mar 2017 06:34 WIB

Ilustrasi: kejahatan terhadap anak.

Ilustrasi: kejahatan terhadap anak.

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Beberapa hari ini media massa dan publik ramai menyoroti terkuaknya jaringan kejahatan seksual terhadap anak. Kepolisian Jakarta menangkap empat orang pengelola jejaring atau grup komunitas pedofil di media sosial Facebook. Komunitas ini memanfaatkan media sosial untuk saling bertemu, atau saling pamer tentang praktik kejahatan seksual mereka pada anak. Diperkirakan ada banyak komunitas seperti ini dan beranggotakan ribuan orang.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saat ini mengidentifikasi ada 500-an anak Indonesia menjadi korban pelaku kejahatan pedofil dan disebarkan lewat media sosial. KPAI melibatkan sejumlah pihak untuk membantu merehabilitasi kemungkinan gangguan psikologis maupun fisik pada anak-anak korban kejahatan seksual itu. Rehabilitasi ini sangat penting karena sebagian pelaku pedofil, adalah korban pedofil.

Kita harus bersama-sama melawan predator anak, para penjahat sakit jiwa yang tega merusak masa depan anak-anak. Terutama orangtua, harus lebih berhati-hati dalam menjaga anak-anak. Termasuk tidak sembarangan memasang foto anak di media sosial. Negara tetangga Singapura saat ini sedang mengkaji kemungkinan membuat aturan hukuman yang lebih berat bagi para pelaku kejahatan seksual pada anak.

Kita juga berharap seluruh aparat penegak hukum bergerak cepat menangani dan mengatasi para predator anak itu. Dan instansi terkait seperti Kementerian Kominfo semestinya bergerak cepat meminta Facebook untuk memblokir grup-grup sejenis, untuk menyelamatkan anak-anak lainnya.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.