Purwakarta, Kerukunan dan Teror

Polisi menyebut pelakunya lahir, besar dan menikah di Purwakarta, Jawa Barat. Ia pun sudah masuk daftar orang-orang yang dicurigai dalam jaringan teroris.

Selasa, 28 Feb 2017 02:35 WIB

Petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar lokasi bom panci Bandung.

Petugas kepolisian memasang garis polisi di Kantor Kelurahan Arjuna, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/2) (foto: Antara)

Awal pekan ini kita dikejutkan dengan teror bom panci rakitan di Kota Bandung Jawa Barat. Seorang pria terduga pelakunya tewas ditembak di kantor kelurahan. Polisi menyebut pelakunya lahir, besar dan menikah di Purwakarta, Jawa Barat. Ia pun sudah masuk daftar orang-orang yang dicurigai dalam jaringan teroris. 

Peristiwa itu terjadi hanya selang sehari setelah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menganugerahkan Harmoni Award 2016 kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Ini adalah penghargaan bagi pemerintah daerah yang giat menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah itu. Selain untuk Purwakarta, Harmoni Award juga diberikan kepada sejumlah daerah lain di Indonesia.

Di satu sisi kita memberikan apresiasi terhadap Bupati Purwakarta dan kepala daerah lain. Upaya menjaga kerukunan umat beragama di daerah itu patut dicontoh, dengan minimnya pemberitaan maupun laporan terjadinya kasus intoleransi. Tapi di sisi lain, kita prihatin dengan kondisi dimana banyak terduga teroris yang menjadikan Purwakarta atau daerah tertentu sebagai tempat pelarian, persembunyian atau kawasan transit. 

Akhir tahun lalu, misalnya, polisi membekuk empat terduga teroris jaringan Bahrun Naim di dekat Waduk Jatiluhur Purwakarta. Kelompok ini berencana melakukan aksi teror di malam tahun baru. Pada 2012, Densus Antiteror juga menangkap tiga orang terduga teroris di tempat persembunyian di Purwakarta. 

Tewasnya warga kelahiran Purwakarta dalam teror bom panci di Bandung, jangan sampai melemahkan semangat pemerintah daerah itu dalam merajut benang-benang kebhinnekaan dan kerukunan umat beragama. Begitu juga dengan banyak terduga teroris yang bersembunyi di Purwakarta sebelumnya. Semoga tidak sampai melahirkan bibit-bibit teroris baru.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Penunjkan Aziz untuk Gantikan Novanto Menuai Kritik

  • Kemensos Dirikan 15 E-Warung untuk Layani Kebutuhan Penerima PKH Cilacap
  • Duterte Minta Perpanjang Masa Darurat Militer di Selatan Filipina
  • Pep Guardiola Tegaskan City Belum Juara

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur