Terima Kasih, NU

Meski berlatar belakang agama Islam, NU tidak berniat mendirikan negara Islam di Indonesia. Sejak berdiri pada 1926 NU justru sarat sumbangsih untuk tegaknya Indonesia.

Selasa, 31 Jan 2017 00:09 WIB

Logo NU

Logo NU

Selama beberapa bulan terakhir di sejumlah daerah muncul gerakan warga menolak kehadiran ormas FPI. Balikpapan, Bali, Ngawi, Surabaya dan lain-lain. Penolakan itu muncul karena sepak-terjang ormas yang dibentuk 18 tahun lalu itu kerap memicu keresahan masyarakat, dengan dalih penegakan syariat Islam.

Melihat keberadaan FPI maupun ormas-ormas sejenis di Indonesia, kita jadi menengok kehadiran ormas Nahdlatul Ulama atau NU yang hari ini tepat berusia 91 tahun.

Meski berlatar belakang agama Islam, NU tidak berniat mendirikan negara Islam di Indonesia. Sejak berdiri pada 1926 NU justru sarat sumbangsih untuk tegaknya Indonesia. NU sempat diwarnai gejolak dan keretakan karena politik, namun NU kembali solid dan hingga kini tetap pada garis perjuangan atau khittah semula sebagai organisasi sosial keagamaan.

Dalam perjalanan dari tahun ke tahun, organisasi terbesar di Indonesia ini tampil di garda depan menjaga kerukunan dan keutuhan umat beragama. NU berbekal empat prinsip dan sikap utama para Nahdliyin, yaitu tawasuth atau sikap moderat, tawazun atau berimbang, ta’adul atau netral dan tasamuh atau toleran.

Itulah yang membedakan NU dengan ormas-ormas lain. NU tidak membuat resah, melainkan menjadi pereda dan peredam gejolak. Di tengah banyaknya orang yang menampilkan citra agama pemarah, NU menampilkan citra Islam yang ramah. Tidak hanya umat Islam yang merasa nyaman dengan NU, tapi juga umat agama lain.

Terima kasih kepada NU, kepada para ulama dan kader mudanya, para kiai dan santrinya, serta seluruh jam'iyah Nahdliyin yang tidak jemu merawat kebangsaan.

Kita berharap NU tetap menjaga jarak dengan kepentingan politik praktis, untuk menjaga keteduhan umat. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Puasa kali ini bertepatan dengan masa kampanye pilkada 2018