Ilustrasi: Raskin tak layak konsumsi. (Foto: KBR/Nasrul M.)



KBR, Jakarta- Pemerintah berencana mengujicobakan kupon pangan pengganti bantuan beras untuk keluarga miskin (raskin) pada 44 kota di Indonesia tahun depan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, kota tujuan kupon pangan itu adalah yang praktik raskinnya tidak bagus.

Bambang mengklaim penggantian raskin dengan voucher akan membuat bantuan pemerintah untuk keluarga miskin lebih efisien dan tepat sasaran.

"Untuk bantuan pangan yang dulu disebut raskin atau rastra, 2017 kami akan transfromasi, mengujicobakan di 44 kota yang pembagian berasnya tidak seperti dulu, yang sekian kilogram per KK, tetapi diberikan melalui kartu atau voucher yang hanya bisa ditukar untuk membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya," kata Bambang di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Selasa (16/08/16).

Bambang mengatakan, selain untuk beras, voucher pangan juga bisa untuk menebus komoditas pangan utama lainnya, seperti telur ayam atau minyak goreng. Kata dia, lokasi penebusan bahan pangan itu di pasar, warung, atau toko kelontong.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan pada awal 2017 program bantuan raskin akan diganti voucher pangan. Voucher itu akan langsung diserahkan kepada rumah tangga yang menjadi sasaran. Metode itu dianggap lebih efisien dan tepat sasaran dibandingkan mendistribusikan raskin yang memerlukan banyak tenaga dan biaya. 


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!