Eksekusi pembangunan tol Kertosono, Jombang, Jawa Timur. (Foto: KBR/Muji L.)



KBR, Jombang- Eksekusi lahan proyek pembangunan jalan tol trans Jawa, Kertosono – Mojokerto, di Jombang, Jawa timur berlangsung ricuh, Rabu (31/08/16). Kericuhan itu terjadi dalam proses eksekusi lahan tol yang melintas di Desa Watudakon Kecamatan Kesamben. Belasan warga yang menghadang petugas langsung diseret dan ditangkap.  Bahkan seorang wanita yang histeris juga tidak luput dari incaran petugas.

Tak hanya penghadangan, satu keluarga bahkan mengancam akan melakukan aksi bunuh diri dengan meledakkan tabung elpiji. Satu keluarga tersebut membuat barikade dengan melempari jalan menggunakan kotoran manusia.

Salah satu warga korban pembangunan tol, Dentok Lisbianto, mengatakan, warga akan melakukan segala cara untuk menghentikan proses eksekusi lantaran belum ada kesepakatan ganti rugi dan terkesan sepihak.

“Silakan eksekusi, saya juga mempunyai hak saya. Saya siap bakar elpiji kita sekeluarga berani bunuh diri, saya siap mempertahankan hak saya, harga diri saya, karena harga yang ditetapkan oleh BPN tidak melalui prosedur," kata Dentok, Rabu (31/08).

“Disini ada mal administrasi kita tidak pernah diberikan musyawarah, tidak pernah dikasih omong-omongan yang enak, langsung dieksekusi. Surat pencabutan hak muncul, surat pengosongan tidak ada, surat eksekusi tidak meluncur ke warga, tetap bertahan yang dilakukan warga." tegas Dentok Lisbianto.

Meski dengan berbagai upaya penghadangan dan ancaman bunuh diri itu,  warga tetap ditangkap petugas. Proses eksekusi pun dilakukan setelah dibacakan Surat Keputusan oleh Panitera Pengadilan Negeri Jombang.

Di Desa Watudakon Kecamatan Kesamben, Jombang  sedikitnya ada 21 rumah warga yang terkena dampak proyek pembangunan jalan tol trans Jawa Kertosono – Mojokerto. Proses eksekusi berlangsung dengan pengawalan ketat ratusan petugas dari Kepolisian Jombang.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!