Koordinator Kontras Haris Azhar. (Foto: Twitter HA)

KBR, Jakarta- Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar meminta video testimoni Freddy Budiman yang didapat dari Kemenhukam dibuka ke publik. Kata dia, hal itu untuk membuktikan adanya testimoni dari Freddy sebelum dia dieksekusi.

Kata Haris, untuk melengkapi informasi, tidak hanya bisa didapat dari video tersebut. Namun juga bisa dari orang-orang di sekitar Freddy yang mengetahui atau mendengar testimoni Freddy soal keterlibatan aparat dalam bisnis narkotika.

"Soal cara penyebutannya terkait dengan keterlibatan atau tidak ya mari dibuktikan, lebih bagus apa adanya video itu ke masyarakat. Banyak sumber-sumber lain kok.  Kelengkapan informasi itu ada banyak sumber lain, bukan hanya video itu. Itu juga terkait dengan video, yang penting kesaksian Freddy sebelum dieksekusi  yang itu terekam  di video, mungkin juga terekam dalam memori orang-orang yang ada di sana," jelas Koordinator Kontras Haris Azhar kepada KBR, Jumat (26/8/2016).

Haris Azhar  juga masih menunggu respon Presiden untuk membentuk tim khusus investigasi mafia narkoba di Indonesia. Dia  akan membuka dan memberikan bukti-bukti jika Presiden serius dan membentuk tim khusus investigasi tersebut.

"Saya berharap Presiden punya perhatian khusus terhadap ini, perlahan-lahan mudah-mudahan ada ruang itu, bukan hanya saya tetapi teman-teman saya yang mendukung agenda ini," katanya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!