Warga Tolak Pembangunan di Pulau G, PT Agung Podomoro: Apa Maunya Mereka?

Nur Indra mengakui, selama ini proses sosialisasi tidak berjalan dengan baik. Itu sebab, ada warga yang masih menolak pembangunan di Pulau G tersebut.

Rabu, 01 Feb 2017 09:28 WIB

Ilustrasi reklamasi pembuatan pulau buatan di Teluk Jakarta. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Anak usaha PT Agung Podomoro Land, PT Muara Wisesa Samudera berjanji bakal mengevaluasi Analisis dan Dampak Lingkungan (AMDAL) 2014 terkait pembangunan di Pulau G hasil pengurkan atau reklamasi di Teluk Jakarta.

Selain itu, Vice President Director PT Agung Podomoro Land (PT APL), Nur Indra mengatakan anak perusahaannya yaitu PT MWS juga siap menampung aspirasi dari warga yang menolak pembangunan di Pulau G.

Nur Indra mengakui, selama ini proses sosialisasi tidak berjalan dengan baik. Itu sebab, ada warga yang masih menolak pembangunan di Pulau G tersebut.

"Kami akan hadapi semuanya. Apa maunya mereka? Sebenarnya apa sih keinginan warga yang kontra? Mari dibicarakan. Mereka yang menolak kan umumnya tidak menerima sosialisasi. Kemungkinan mereka juga terpengaruh dari doktrin-doktrin yang dilakukan pihak luar, sehingga mereka berpikir reklamasi tidak memberikan kemaslahatan. Mereka cuma khawatir reklamasi akan menggusur. Kami tekankan, tidak ada penggusuran," kata Nur Indra kepada KBR, Selasa (31/1/2017).

Nur Indra mengatakan PT APL juga akan mengevaluasi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) tahun 2014 lalu, dan akan menyusun yang baru. Sebab hal tersebut merupakan syarat utama yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk melanjutkan pembangunan di Pulau G.

Penyusunan AMDAL tersebut, kata Nur, akan berproses dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan mendatang.

Baca juga:


Lurah Pluit minta maaf

Di lain pihak, Lurah Pluit, Jakarta Utara, Yoel Sibarani memutuskan untuk membentuk tim kecil terkait pembangunan di Pulau G. Tim akan diisi perwakilan PT Muara Wisesa selaku pengembang Pulau G, perwakilan warga yang setuju, dan perwakilan nelayan yang menolak pembangunan di Pulau G.

Tim nantinya akan memastikan proses Analisis dan Dampak Lingkungan (AMDAL) berjalan transparan. Hal ini juga bertujuan untuk memastikan agar sosialisasi mengenai AMDAL, dapat disampaikan kepada warga, baik yang menolak maupun yang menerima pembangunan di Pulau G.

"Kami mohon maaf apabila ada warga yang terdampak tidak diundang dalam sosialisasi ini. Ke depannya akan kami perbaiki. Saya juga mengharapkan agar generasi muda ikut aktif dalam tim. Sosialisasi tidak hanya dilakukan malam ini saja. Ke depan, kami akan menampung seluruh perwakilan dari masyarakat yang ada," kata Yoel Sibarani.

Upaya sosialisasi AMDAL yang dilakukan oleh PT Muara Wisesa pada Selasa (31/1/2017) malam di Kantor Kelurahan Pluit, sempat didemo oleh para nelayan. Para kelompok nelayan menganggap, selama ini mereka tidak dilibatkan untuk menyusun AMDAL.

Tudingan mengenai penyusunan AMDAL bodong semakin mengemuka, lantaran kelompok nelayan juga tidak diundang dalam sosialisasi tersebut. Padahal kelompok nelayan merupakan warga yang terdampak langsung terhadap pembangunan di Pulau G. Perwakilan kelompok nelayan, baru diperkenankan masuk usai menggelar aksi unjuk rasa, beberapa saat sebelum proses sosialisasi dimulai.

Baca: Alasan Koalisi Masyarakat Tolak Rencana Sosialisasi Amdal Pulau G   

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!