Gempa, BPBD Banten: Seribuan Bangunan Rusak

"Yang meninggal satu itu karena kaget, jadi dia punya penyakit jantung."

Rabu, 24 Jan 2018 11:03 WIB

Warga mengecek paviliun rumahnya yang roboh akibat gempa bumi berkekuatan 6,1 SR di Kampung Kakudu, Cilograng, Lebak, Banten, Selasa (23/1). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mencatat 1.156  bangunan rumah rusak berat dan ringan akibat gempa berkekuatan 6,1 SR pada Selasa (23/1) kemarin. Kerusakan bangunan terjadi di  Pandeglang, Serang, dan Lebak.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Banten Juhriyadi mengatakan, karena penghitungan masih terus dilakukan maka ada kemungkinan penambahan data.

"Paling parah di Kabupaten Lebak, yang terpapar itu 12 kecamatan. Data ini kan yang terkumpul hingga pukul 01.00 WIB. Sampai pagi ini masih merekap data dan koordinasi dengan posko BPBD di masing-masing kabupaten," tutur Juhriyadi saat dihubungi KBR, Rabu (24/1).

Akibat bencana dengan pusat gempa di Kabupaten Lebak kemarin, satu orang meninggal. Namun kata Juhriyadi, bukan merupakan dampak langsung dari gempa.

"Yang meninggal satu itu karena kaget, jadi dia punya penyakit jantung."

Menurutnya, aktivitas warga kini berangsur normal. Namun pasca bencana kemarin, kata Juhriyadi, warga masih membutuhkan sokongan logistik.  BPBD Banten tengah menghitung kebutuhan logistik dan berencana mengajukan bantuan ke BNPB.

Juhriyadi mengatakan, bencana gempa tak mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur. Namun sementara ini catatan BPBD Banten, ada satu bangunan sekolah di Kabupaten Pandeglang yang rusak.

"Kerusakan tidak ada yang terlalu parah, bangunan rumah masih bisa digunakan. Tapi antisipasi, kami siapkan tenda darurat, itupun bila dibutuhkan. Ini tenda darurat bencana untuk evakuasi bencana."

Sementara menurut rilis laman BPBD Kabupaten Lebak, tercatat 13 fasilitas umum yang rusak. Di antaranya enam bangunan sekolah dan dua puskesmas.

Angka pasti kerugian materiil akibat gempa tersebut kata Juhriyadi, masih dihitung. Penanganan sejauh ini berjalan lancar, akses menuju daerah-daerah pun kata Juhriyadi masih bisa dilalui. Kendati begitu, timnya masih bersiaga di posko bencana masing-masing daerah.

"Kalau gempa ini kan tidak bisa diprediksi sebelumnya. Tapi biasanya, dari kejadian gempa kemarin siang itu, setelahnya dirasakan gempa kecil-kecil sampai empat kali sesuai edaran BMKG, tapi dengan skala yang menurun. Tapi kalau yang susulan berikutnya seperti yang viral di medsos itu hanya hoaks."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.