Diduga Terkait ISIS, Kepolisian Bali Tangkap 5 Orang

Kelimanya warga Cilincing Jakarta Utara

Rabu, 25 Jan 2017 15:01 WIB

Ilustrasi: Aksi tolak ISIS.

KBR, Bali- Kepolisian  Bali menangkap lima orang WNI yang ingin bergabung dengan ISIS. Mereka ditangkap tadi malam saat mendarat di bandara internasional Ngurah Rai. Juru Bicara Polda Bali, Hengky Widjaja dalam keterangan pers mengatakan ke lima WNI itu menggunakan maskapai Emirates Airlines dengan nomor penerbangan EKA 398 rute Turki - Dubai - Denpasar.

Kata dia lima WNI yang ingin bergabung dengan ISIS itu berinisial Tuab, NK, NAA, MSU, MAU dengan alamat yang sama di Cilincing, Jakarta Utara.

Ia menjelaskan kronologis perjalanan lima WNI untuk bergabung dengan ISIS di mulai  15 Agustus 2016. Mereka  melakukan perjalanan menuju Suriah dengan dibantu sejumlah orang namun saat berada di Turki tertangkap.

Ke lima WNI ini akhirnya di bawa ke rumah sakit guna dilakukan pemeriksaan kemudian ditahan selama satu minggu di kantor kepolisian Turki. Dan kemudian di deportasi ke Indonesia.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.