Bama Septian Hidayat, Staf Pajak PT.MLIN

Pada Maret lalu, ada satu pria yang paling banyak dicari oleh para karyawan PT Media Lintas Inti Nusantara. Dia adalah Bama Septian Hidayat atau akrab dipanggil “Tian.” Dia makin dicari-cari menjelang bulan itu akan berakhir. Pelaporan pajak pribadi (SPT) tahunan adalah penyebabnya. Meski tiap tahun memasukkan SPT sudah rutin dilakukan, namun selalu saja ada yang lupa cara pengisiannya. Apalagi tahun ini harus sudah menggunakan e-filing. Tian, adalah orang yang paling sering keliling mengajarkan pengisian SPT. Tapi tentu belum semua mengenal Tian selain pengetahuannya soal pengisian SPT.

Tian sudah 5 tahun bekerja mengurusi pajak, dan 3 tahun terakhir bergabung bersama KBR. “Saya mau membantu teman-teman, biar dikemudian hari kalau ada pelaporan pajak lagi, mereka sudah bisa. Saya malah senang bisa membantu, walau ada tugas saya yang keteteran,” ujarnya tertawa. 

Pria yang hobi sepakbola, futsal dan game ini tertarik bekerja di bidang keuangan atau pajak karena menyukai akuntansi sejak SMA. “Waktu SMA, guru yang mengajar menantang murid-muridnya, siapa yang bisa mengerjakan soal neraca akuntansi yang diberikan,  akan dapat hadiah, dan saya berhasil mendapatkannya. Hadiahnya ditraktir makan oleh sang guru,” ujarnya. Semenjak itu, pria lulusan Universitas Muhammadiyah Solo Jurusan Akuntansi tahun 2010,  ini tertarik mendalami akuntansi.

Meski ia menyukai pekerjaannya, namun bukan berarti perjalanannya mulus-mulus saja. Tian yang ramah ini mengaku pernah salah hitung dan telat laporan. “Pernah juga ditegur sama bos, Mbak Shanti dan Mas Lutfi. Itu karena saya harus mengerjakan pekerjaan dalam waktu bersamaan, dan dua pekerjaan itu deadline-nya sama, seperti report pajak bulanan dan transaksi kas bank. Jadi ada salah satu yang belum selesai,” kata Tian tersenyum sambil melanjutkan lagi tugasnya membantu teman-teman mengerjakan pelaporan pajak online.

Menjelang akhir bulan lalu, pemerintah memperpanjang batas waktu penyampaian SPT tahunan dari semula 31 Maret 2016 menjadi 30 April 2016. Tian, mesti siap-siap menerima panggilan lagi dari karyawan yang menunda pelaporan SPT: Mas Tiaaaannn tolong, dong!

 
Editor : Vivi Zabkie 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!