Aiko Sarwosri atau Chef Aiko saat beraksi membuat resep di Yuhu Sore.

Punya wajah cantik, mulus, sexy, artis pula! Anggapan umum, biasanya pasti dia bakal gengsi dan malu untuk naik ojek. Tapi tidak dengan Aiko Sarwosri atau yang lebih dikenal dengan nama Chef Aiko. Ia rela berpanas-panasan, menghirup debu, keringatan, rambut awut- awutan, demi tepat waktu datang  ke studio Yuhu! Ojek adalah sahabat dan andalannya. Karena akrab dengan ojek, Chef Aiko punya banyak cerita seru bersama ojek.

Sejak bersama Soraya Larasati dan Mesty Hanita menggawangi Yuhu Sore, ojek jadi tambah akrab mengantarnya menuju ke studio di kawasan Jalan Utan Kayu, Jakara Timur. Maklum, sebagai artis profesional, setiap hari wanita yang jago masak ini penuh dengan jadwal pekerjaan yang berpindah-pindah tempat. Tak heran, setiap hari pula ia berkejaran dengan waktu dan berganti-ganti pekerjaan. Pagi syuting acara masak-memasak di daerah Kuningan Jakarta Selatan, siang mengisi program lain lagi, dan pukul 4 sore harus tiba di studio Yuhu!

Lalu lintas di Jakarta yang padat setiap sore membuat lama perjalanan sulit diprediksi. Untuk itulah gadis keturuan Jepang ini kerap menyiasatinya dengan naik ojek yang ia pesan melalui online. “Pokoknya kalau sudah jam 16.30 WIB, kalau perjalanan masih  jauh, aku akan keluar dari mobil dan naik ojek. Rambut gue jadi acak kadut karena naik ojek. Tapi demi Yuhu Sore,  apapun akan gue lakukan daripada diomelin Ibu Suri” katanya sambil  tertawa. Ibu suri adalah panggilan kesayangan Aiko kepada Manager Yuhu!, Ozzy Rifan .

Pernah juga ia harus naik ojek saat mengenakan pakaian rok mini. Untuk menutupi bagian pahanya yang terlihat, di tengah perjalanan, ia pun mampir membeli jaket. Karena terburu-buru mengejar ojek, Aiko malah menggunakan high heels dan malah menaruh sandal jepit ke dalam kotak sepatunya yang dibawanya saat naik ojek.

Wanita yang sempat menghasilkan satu single ini membayar jasa ojek seperti pengguna lainnya. Tapi kadang status sebagai artis justru membuatnya membayar lebih mahal. Begitu abang ojek yang tahu kalau Aiko adalah artis,  ia bilang “Masih aja dimintain kembalian Mbak Aiko?” Akhirnya uang tersebut diberikan Aiko semuanya. Pernah juga, sambil tertawa Aiko bercerita, ia diteriaki tukang ojek karena lupa melepas helm saat bergegas menuju studio. “Mbakkkk helmnya!”

“Ada juga ojek yang ngeyel karena tidak mau memutar di area U Turn yang dekat dengan kantor Yuhu!, Ojek tersebut malah memutar di bagian area putaran yang jauh. Yang harusnya bisa ditempuh dalam hitungan menit, malah  jadi molor,” ujarnya kesal.  Karena molor itulah, tak jarang saat tiba di lantai 2 studio Yuhu, kami melihatnya lari-lari kecil untuk menuju ruang siaran. Itu karena, kehadirannya sudah mepet waktu. Meski ia sudah menyiasatinya dengan berpindah moda transportasi.

Di program Yuhu  Sore, Aiko yang pernah bermain di film “Pulau Hantu 3" besutan Jose Purnomo ini  kerap dijadikan bahan olok-olokan sesama rekan host-nya. Tapi tentu saja ini adalah candaan semata agar acara terdengar seru dan lucu. Lagipula, pembawaan Aiko yang ceria dan ramai ini, cocok untuk berperan sebagai gadis yang ‘lugu.” “Gak masalah sih gue dibully sama Soraya dan Mesty, tapi suara gua yang paling serak-serak basah diantara mereka,” ungkapnya geli sambil melirik Ibu Suri.

Bintang FTV ini juga pernah siaran dengan gaya free style, tapi Aiko mengaku langsung  ditegur. Padahal, menurutnya, baju yang ia kenakan gak jelek-jelek banget. “Tapi aku tahu sih, kan ibu Suri  yang satu itu, biarpun cerewet tapi hasilnya maksimal” jelasnya.

Meski baru pertama kali siaran di radio, namun gadis yang dibesarkan di Medan ini,  tak terlalu sulit beradaptasi. “Kalau di  TV, kan ada lawan bicara dengan menghadap kamera. Tapi di radio, kan gak kelihatan pendengarnya. Jadi sekarang sedang membangun interaksi agar terdengar  you and me dengan pendengar.Tapi sebenarnya sama saja sih, kan Yuhu Sore juga ditonton di zeemi.tv,” pungkasnya sambil meninggalkan studio dengan gayanya yang centil.
 

Editor : Vivi Zabkie

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!