Kasus Homofobia, Timnas Brazil dan Chile Terkena Sanksi FIFA

Sanksi dari FIFA kepada Brazil berupa denda sekitar Rp336 juta rupiah, sedangkan Chile didenda sekitar Rp200 juta.

Jumat, 04 Nov 2016 11:10 WIB

Kantor pusat FIFA di Zurich Swiss. (Foto: Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Badan sepakbola dunia FIFA memberi sanksi dua negara yaitu Brazil dan Chile terkait dengan ulah para pendukung timnas negara itu yang melecehkan kelompok homoseksual.

Pendukung timnas dari dua negara itu meneriakkan yel-yel yang merendahkan kelompok homoseksual saat mengikuti pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Teriakan itu disuarakan suporter timnas Brazil saat pertandingan melawan Bolivia bulan lalu, sedangkan Chile melawan Peru.

Sanksi dari FIFA kepada Brazil berupa denda sekitar Rp336 juta rupiah, sedangkan Chile didenda sekitar Rp200 juta.

Bagi timnas Chile, ini merupakan sanksi ketujuh mereka mendapat sanksi dari FIFA. Sebelumnya anak asuh pelatih Juan Antonio Pizzi terkena larangan bertanding di Stadion Estadio Nacional Chile sebagai hukuman atas pelanggaran yang dilakukan suporter mereka.

Selain dua negara itu, Argentina juga dikenai sanksi FIFA berupa denda sekitar Rp200 juta. Sanksi untuk Argentina itu dijatuhkan atas yel-yel pendukung Argentina yang menghina saat pertandingan melawan Paraguay bulan lalu.

Sanksi denda lebih rendah juga diberikan untuk Albania, Kroasia, Estonia, Iran, Kosovo, Paraguay dan Ukraina.

Sementara itu FIFA tidak akan mencabut sanksi yang diberikan kepada timnas Bolivia. Sanksi itu berupa vonis kalah 3-0 bagi Bolivia dalam pertandingan melawan Chile dan Peru. Padahal pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 itu, Bolivia bermain imbang 0-0 melawan Chile, dan menang 2-0 atas Peru.

Sanksi vonis kalah itu dijatuhkan FIFA, karena Bolivia menurunkan pemain yang seharusnya tidak boleh dimainkan dalam pertandingan tersebut.

Meski tidak mencabut sanksi, FIFA memberi kesempatan pada Bolivia untuk mengajukan protes ke Komite Banding FIFA hingga ke Pengadilan Arbitrase Olahraga. (FourFourTwo/ESPN) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.