Bus Bandros yang akan mengarak pasangan peraih medali emas Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir bersama dengan peraih medali perak dari cabang angkat besi Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan. Foto: Ria Apriyani/KBR

KBR, Jakarta - Peraih medali di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 akan diarak menggunakan bus tingkat -Bandros milik Pemerintah Kota Bandung, hari ini (23/8/2016). Rute pengarakan akan dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta dan berakhir di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Sejak kemarin, tim dari Kemenpora telah menyulap Bandros yang aslinya berwarna biru, kini menjadi merah putih. Setiba di Indonesia nanti, pasangan peraih medali emas Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir bersama dengan peraih medali perak dari cabang angkat besi Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan akan menaiki bis ini bersama semua atlet yang telah berjuang di Rio de Janeiro.

Bus ini secara khusus didatangkan dari Bandung untuk parade kemenangan.

Penyambutan akam dilakukan di area landasan pesawat. Pesawat Qatar Air bernomor QR 956 diperkirakan akan mendarat sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka akan langsung disambut "water salute" begitu masuk area parking terminal II.

Selanjutnya, mereka dibawa ke terminal 3 gate 11 untuk upacara pengalungan bunga yang akan dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Ketua Umum PP PBSI, Ketua Umum PB PABBSI, Ketua Umum PP Perpani, Ketua Umum PB PASI, Ketua Umum PB PODSI, dan Ketua Umum PB ISSI yang juga merupakan Chef de Mission Kontingen Olimpiade Indonesia.

Usai seremoni penyambutan, para atlet akan langsung naik Bandros yang sudah dipercantik tampilannya dengan nuansa olimpiade dan PON. Konvoi akan bertema "From Rio to Bandung, Bandung to Asian Games".

Rombongan nantinya dari bandara akan masuk ke tol, kemudian keluar di pintu tol dekat Gedung BPK, masuk sisi hotel Mulia, mengarah ke FX Sudirman, mengambil jalur ke arah hotel Sultan, lalu ke Kemenpora.



Editor: Quinawaty 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!