KLB PSSI, Nurdin Halid: Kongres Harus Sesuai Statuta

Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berlangsung hari ini, Rabu (3/8/2016).

Rabu, 03 Agus 2016 11:30 WIB

Polisi melakukan pemeriksaan pada suporter Persebaya saat akan memasuki kereta api di stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/8) malam. Keberangkatan ratusan suporter bonek ke Jakarta untu



KBR, Jakarta - Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berlangsung hari ini, Rabu (3/8/2016). Bekas Ketua PSSI, Nurdin Halid berharap, KLB dilaksanakan sesuai dengan statuta yang telah dibuat. Jika sesuai statuta, sambung Nurdin, PSSI akan dapat berjalan secara baik secara organisatoris.

"Tidak boleh tidak berlandaskan pada statuta PSSI. Tentu harus memberikan ruang yang luas, demokratis, (dan) berkeadilan kepada seluruh kepentingan stakeholder. Jadi, pelaksanaan kongres, khususnya nanti kongres pemilihan itu, berlangsung secara demkratis, baik, berkeadilan, dan harus betul-betul sesuai dengan statuta," tutur Nurdin.

Nurdin melanjutkan, KLB PSSI ini tidak boleh tidak berhasil. Pasalnya, KLB ini adalah awal untuk menyelesaikan persoalan keorganisasian PSSI.

"Oleh karena itu, termasuk para suporter, siapapun stakeholder, harus ikut memberikan kontribusi untuk memperlancar pelaksanaan kongres ini. Karena, jika kongres ini gagal, maka itu akan menghancurkan persepakbolaan Indonesia, bukan membuat sepak bola kita makin bagus," tekan Nurdin.

Pasca dijatuhkan sanksi oleh FIFA, PSSI tidak berjalan dengan baik selama dua tahun terakhir.

Sampai saat ini 104 dari 107 peserta KLB PSSI telah hadir. Delegasi yang belum tiba adalah Asosiasi Provinsi Sulawesi Selatan, Persebaya Surabaya, Persimuba Musi Banyuasin, dan Persipal Palu.

KLB PSSI kali ini memiliki tiga agenda, yaitu penetapan pemilihan anggota Komite Eksekutif (satu PLT Presiden dan dua ANggota Exco), penetapan tanggal pelaksanaan Kongres Tahunan Pemilihan PSSI, dan pengesahan Revisi Kode Pemilihan PSSI (electoral Code).




Editor: Quinawaty
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau