Gilas Jepang, AS Juara Piala Dunia Putri

Amerika Serikat merebut trofi juara Piala Dunia Putri usai menaklukkan juara bertahan Jepang, 5-2.

Senin, 06 Jul 2015 11:11 WIB

Timnas Wanita Jepang/ANTARAFOTO.

KBR - Amerika Serikat merebut trofi juara Piala Dunia Putri usai menaklukkan juara bertahan Jepang, 5-2. Selain itu, penyerang AS, Carli Lloyd dinobatkan sebagai pemain terbaik di pertandingan ini lantaran mampu memborong tiga gol kemenangan tim nasional Negeri Paman Sam itu.

Dalam pertandingan ini, tim nasional putri AS tampil sangat dominan. Buktinya, babak pertama AS sudah mampu unggul 4-1. Memasuki babak kedua, Jepang berupaya bangkit usai memperkecil ketertinggalannya melalui gol bunuh diri Jullie Johnston. Tapi pada menit ke-54, AS kembali memperlebar selisih golnya melalui Tobin Health.

Skor 5-2 bertahan hingga pertandingan usai. Ini menjadi gelar ketiga Amerika di ajang Piala Dunia Wanita. Sebelumnya, mereka berhasil menjadi juara pada edisi 1991 dan 1999. (Goal.com)


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.