Pengamat: PSSI 'Dibersihkan' Dulu, Baru Gelar KLB

KLB bisa dilakukan jika seluruh penggawa PSSI dan klub menjalani pemeriksaan ulang serta menandatangi pakta intergritas.

Kamis, 04 Jun 2015 11:04 WIB

PSSI

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Pemerintah perlu membenahi federasi sepakbola nasional PSSI lebih dulu sebelum menjalankan dua opsi reformasi sepak bola. Opsi pertama menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk merestruturisasi manajemen dan kepengurusan PSSI. Opsi kedua merancang federasi sepak bola yang baru. 

Menurut Pengamat Sepak Bola, Budiarto Shambazy, opsi KLB bisa dilakukan jika seluruh punggawa PSSI dan klub menjalani pemeriksaan ulang serta menandatangi pakta intergritas. Sementara, pembentukan federasi baru bisa dilakukan, jika PSSI dikeluarkan dari FIFA.

"FIFA akan menerima federasi baru jika PSSI dicoret dari FIFA. Sekarang kan hanya dibekukan. Tetapi itu ekstrim sekali. Saya lebih melihat PSSI semua aparatnya, PT Liga, klub itu harus menjalani verifikasi ulang terutama orang-orangnya dan harus menandatangani pakta integritas," kata Budiarto kepada KBR, Kamis (4/6/2015).

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga menggodok dua opsi reformasi sepak bola Indonesia. Opsi pertama menyelenggarakan Kongres Luar Biasa untuk merestrukturisasi manajemen dan kepengurusan PSSI.

Opsi kedua yaitu merancang federasi sepak bola yang baru. Menurut Staf Khusus Menteri Olahraga, M Khusen Yusuf langkah ini dilakukan menyusul sanksi yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Dunia FIFA dan arahan Presiden Joko Widodo.


Editor: Damar Fery Ardiyan 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.