PBSI : Indonesia Open 2015 Jadi Ajang Ukir Prestasi

Indonesia tuan rumah Indonesia Open 2015 sebagai ajang pembuktian para penggawa Merah Putih untuk mengukir prestasi terbaik.

Rabu, 03 Jun 2015 08:45 WIB

Bulu tangkis. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Dewan Pengawas Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Yacob Rusdianto menyebut penampilan para pemain muda di Indonesia Open 2015 cukup menjanjikan. Meski begitu, peluang mendapatkan gelar Superseries dari para junior tersebut masih sangat tipis.

"Mudah-mudahan pelapis ini bisa diandalkan. Prediksi kita pemain muda memang belum untuk juara selevel superseries karena mereka memang masih junior," kata Yacob kepada KBR, Rabu (3/6/2015).

Indonesia sebagai tuan rumah Indonesia Open 2015 berambisi menjadikan momen ini sebagai ajang pembuktian para penggawa Merah Putih untuk mengukir prestasi terbaik. Indonesia pun menargetkan dua gelar dengan mengandalkan sektor ganda putra dan campuran.

Pasangan ganda campuran adalah Tontowi/Lilyana, sedangkan pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Sekitar 500 pebulutangkis yang berasal lebih dari 20 negara akan berlaga dalam turnamen yang masuk kategori Superseries Premier ini. Indonesia Open 2015 akan memperebutkan hadiah total sekitar Rp 10 miliar.


Editor: Damar Fery Ardiyan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.