Vonis Kerusuhan Derby Turin Ditunda

Otoritas sepak bola Italia menunda keputusan terkait kerusuhan yang terjadi pada derby Truin, akhir pekan lalu, sampai ditemukannya bukti-bukti tambahan.

Selasa, 28 Apr 2015 06:34 WIB

Otoritas sepak bola Italia menunda keputusan terkait kerusuhan yang terjadi pada derby Truin, akhir pekan lalu, sampai ditemukannya bukti-bukti tambahan. 

Penyelidikan dilakukan setelah munculnya tudingan bahwa pendukung Juventus melempar bom kertas dan menyebabkan 11 suporter Torino terluka. Keputusan seharusnya sudah keluar pada Senin (27/4/2015), namun hakim Gianpaolo Tosel masih memerlukan bukti tambahan, khususnya rekaman video kerusuhan itu. 

Torino sukses mengalahkan Juventus 2-1. Prestasi ini mengakhiri 20 tahun penantian klub itu untuk bisa meraih kemenangan atas rival sekotanya tersebut. 

Namun, pertandingan itu dibayangi oleh kerusuhan antarpendukung, dimana bus yang mengangkut pemain Juventus juga diserang oleh pendukung tuan rumah sebelum pertandingan dimulai. 

Kerusuhan serupa juga terjadi bulan lalu saat para pemain Cagliari diserang oleh pendukungnya sendiri. (goal) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

KPK Tolak Permohonan Justice Collaborator Bekas Pejabat Bakamla Nofel Hasan

  • MUI Temui Kabareskrim Terkait Penyerangan Pemuka Agama
  • Proyek Rusun DP Nol Rupiah Diadukan ke KPPU
  • Pemkab Karo Cari Upaya Potensi Gagal Panen Akibat Erupsi Gunung Sinabung

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.