Ratusan Hektare Daratan di Penajam Paser Utara Terancam Abrasi

Apabila pemecah ombak tak segera dibuat maka ratusan hektare tambak dan rumah penduduk di sekitar pesisir Pantai Babulu akan diterjang gelombang tinggi.

Minggu, 10 Des 2017 13:22 WIB

Ilustrasi. Abrasi di Pantai Ulakan, Padangpariaman, Sumatera Barat pada November 2017 mengakibatkan bangunan rumah roboh. (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Balikpapan – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantaran Timur segera mengajukan bantuan anggaran sebesar Rp500 miliar ke pemerintah pusat. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara, Andi Dahrul mengatakan dana tersebut untuk pembuatan pemecah ombak, agar abrasi tak meluas.

"Kami akan mengajukan ke pusat agar mendapat bantuan untuk mengatasi abrasi yang terjadi di Babulu Laut itu," ungkap Andi Dahrul di Balikpapan, Minggu (10/12).

Pasalnya, lanjut Andi, bentang panjang pantai di Penajam Paser Utara khususnya di Babulu terancam mengalami abrasi seluas 600 hektare. Sebab sebelumnya, wilayah itu telah mengalami abrasi hingga 400 hektare.

"400 hektare sudah hilang akibat abrasi. Itu yang sekarang kami upayakan adalah membuat tanggul sehingga tidak terjadi abrasi."

Baca juga:

Menurut Andi, apabila pemecah ombak tak segera dibuat maka ratusan hektare tambak dan rumah penduduk di sekitar pesisir Pantai Babulu akan diterjang gelombang tinggi.

Bentang panjang pantai di Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat paling rawan terjadi abrasi. Ini karena terus berkurangnya hutan mangrove akibat pembabatan guna membuka lahan.




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Seberapa besar ketertarikan generasi milenial terhadap koperasi di Indonesia saat ini?