Diduga Terima Suap 1,5 M, Jaksa di Jawa Timur Dibawa ke Jakarta

"Kejagung yang nangkap itu, bukan instansi lain. Kita sudah pantau kok gerak geriknya,"

Kamis, 24 Nov 2016 15:04 WIB

Jaksa Agung HM Prasetyo. (Foto: KBR/Aisyah K.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bogor- Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, yang menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi langsung diterbangkan dari Jawa Timur ke Jakarta, untuk dilakukan proses pemeriksaan. Jaksa Agung, HM Prasetyo mengatakan, sesuai kesepakatan bersama, kasus dugaan suap ini akan diambil alih oleh Kejagung untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pelaku penyuapannya.

"Dari Jawa Timur kesepakatan kami diambil alih oleh Kejagung. Barang buktinya sudah diamankan, si jaksanya juga, dan saksi-saksi akan dimintai keterangan, termasuk dari mana dia mendapatkan uang itu," katanya saat konferensi pers di sela rapat kerja Kejaksaan Agung di Bogor, Kamis (24/11).

Prasetyo menambahkan, jaksa yang ditangkap berinisial AF sebagai jaksa penyidik pidana khusus di Kejati Jawa Timur.  Prasetyo menyangkal jika yang bersangkutan terlibat dalam penyidikan Dahlan Iskan.

"Oh tidak, dia masuk tim lain. Barang buktinya 1,5 miliar dan dalam kasus pembebasan lahan," jelasnya.

Selanjutnya, kata Prasetyo, Kejagung akan segera melakukan panggilan terhadap pemberi suap. Namun ia tidak menjelaskan secara detail darimana si pemberi suap itu.

"Nanti setelah kita periksa si jaksa, kita langsung panggil si penyuapnya. Gampang tinggal cari aja," katanya.

Sementara itu, terkait kabar operasi tangkap tangan ini akan dilakukan KPK, Prastyo membantah jika jaksa yang ditahan akan terlebih dahulu ditangkap KPK.

"Kejagung yang nangkap itu, bukan instansi lain. Kita sudah pantau kok gerak geriknya," tutupnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR