Petugas kepolisian menyalami seorang pengendara motor yang patuh aturan lalu lintas, sebelum memberi cokelat. (Foto: Muji Lestari/KBR)


KBR, Jombang – Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort Jombang, Jawa Timur, membagikan cokelat kepada setiap pengendara roda dua yang tertib berlalu lintas.

Aksi simpatik polisi itu dilakukan untuk mengapresiasi masyarakat yang mengendarai kendaraan sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni memakai helm dan lengkap seluruh surat-surat kendaraan.

Kapolres Jombang, Agung Marlianto mengatakan selama Operasi Zebra 2016 yang berlangsung dua minggu hingga berakhir Selasa kemarin, polisi menindak tiga ribu lebih pengendara yang melanggar lalu lintas.

Jumlah itu meningkat dua kali lipat jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang hanya kurang dari 2 ribu pelanggaran.

"Fenomena ini menunjukkan ada dua aspek. Yang pertama dari segi masyarakat sendiri mungkin selama ini terlena dengan operasi simpatik yang kami laksanakan dengan adanya teguran-teguran, sehingga kepatuhan dan kedisiplinan mengalami penurunan. Lalu kita melaksanakan Operasi Zebra dalam penegakan hukum, tilang. Alhasil banyak hasilnya, selain itu juga jumlah kendaraan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan", kata Agung Marlianto, Rabu (30/11/2016).

Kapolres Jombang, Agung Marlianto menejelaskan jumlah pelanggar terbanyak didominasi pengedara yang tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan dan penggunaan onderdil atau aksesoris yang tidak sesuai standar.

Agung juga mengklaim, jumlah angka kecelakaan lalu lintas tahun ini menurun hingga 50 persen dari tahun 2015 lalu.

Hingga akhir November ini, tercatat 14 kasus kecelakaan dengan angka kemarian sebanyak 3 orang. Sedangkan tahun lalu, tercatat 16 kasus dengan total angka kematian sebanyak 6 orang.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!