Anggarkan Miliaran untuk Ormas, DPRD Ternate Ancam Pangkas APBD 2017

"Karena kita tidak tahu, tapi anggarannya dari tahun ke tahun terus meningkat. Tapi kita tidak tahu program apa sampai dari tahun ke tahun meningkat."

Senin, 28 Nov 2016 21:46 WIB

Ilustrasi (sumber: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR,Ternate- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate mempertanyakan alokasi Dana Hibah senilai Rp 9 Miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan. Pemerintah Kota Ternate   merancang alokasi dana hibah kepada organisasi kemasyarakatan dengan besaran per ormas senbesar Rp 1 miliar.

Kata Ketua DPRD Kota Ternate Merlisa Marsaoly alokasi dana hibah  terlalu besar. Kata dia  tak diketahui apa saja program dan kegiatan organisasi kemasyarakatan itu.

DPRD memastikan bakal mengurangi jumlah anggaran Hibah kepada Organisasi kemasyarakatan.

"Dana Hibah itu ada senilai Rp 9 Miliar yang disusun pada 15 item. Disusun kepada organisasi-organisasi tertentu, yang memang kita butuh realisasi program dan kegiatan mereka, karena kita tidak tahu, tapi anggarannya dari tahun ke tahun terus meningkat. Tapi kita tidak tahu program apa sampai dari tahun ke tahun meningkat. Ada Rp 1 miliar sampai Rp 1 miliar lebih seperti itu. Minimal Rp 1 miliarlah yang mau dipangkas, nanti dari pemerintah yang menentukan kegiatan mana-mana yang dipangkas tapi total ada Rp 9 miliar lebih yang akan diturunkan." Kata Ketua DPRD Kota Ternate Merlisa Marsaoly, kepada wartawan usai memimpin rapat pembahasan APBD 2017 di Gedung DPRD Senin Sore (28/11) tadi. 

DPRD lanjut Merlisa, dalam membahas program dan kegiatan pada 2017 tetap mempriotaskan program dan kegiatan yang sifatnya  mendesak. Kata dia  termasuk program dan kegiatan peningkatan infrastruktur untuk tiga pulau terluar di Kota Ternate yakni Pulau Hiri, Moti dan Batang Dua.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Kuasa Hukum: Kepulangan Novel Harus Jadi Momentum Tuntaskan Kasus

  • Aksi Kamisan Tolak UU MD3
  • Majikan Adelina Didakwa Pasal Penghilangan Nyawa Orang Lain
  • Dua Desa Diterjang Lahar Dingin Sinabung

Garut adalah salah satu daerah sentra produksi jeruk di Jawa Barat. Jeruk Garut telah ditetapkan sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional dengan nama Jeruk Keprok Garut.