Tolak Tradisi Adu Bagong, Aktivis Demo Pemprov Jabar

Pertunjukan adu bagong alias babi hutan dengan anjing dinilai melanggar aturan dalam KUHP.

Senin, 23 Okt 2017 15:41 WIB

LSM pelindung satwa Scorpion Wildlife Trade Monitoring Grup Indonesia demo menolak adu babi hutan dengan anjing di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Senin (23/10). (Foto: KBR/Arie N.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bandung- LSM pelindung satwa Scorpion Wildlife Trade Monitoring Grup Indonesia meminta kepada pemerintah Jawa Barat melarang pertunjukan adu bagong alias babi hutan dengan anjing. Alasannya hal itu melanggar pasal 302 tentang kekerasan terhadap hewan dalam Kitab Undang - undang Hukum Pidana (KUHP) karena masuk dalam kategori kriminal.

Meskipun dianggap sebagai bagian dari tradisi dan hiburan oleh masyarakat, namun kekejaman terhadap hewan harus dihentikan dan tidak dibenarkan. Menurut Direktur Investigasi Scorpion, Marison Guciano, penderitaan panjang selama pelaksanaan adu babi hutan dengan anjing dialami oleh satwa tersebut.

"Dalam satu arena itu kami telah temukan ada lima bagong (babi hutan) itu dengan satwa anjing, jadi satu bagong ini di adu dengan satu anjing begitu kalah ini ditarik dimasukin lagi anjing lainnya. Jadi satu bagong ini bisa melawan puluhan bahkan belasan anjing. Kami juga memiliki dokumentasi bagong ini sangat menderita dan ini justru membuat masyarakat merasa senang," kata Marison Guciano di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Dipenogoro, Bandung, Senin (23/10).

Marison Guciano mengatakan meski dalam adu babi hutan dengan anjing tersebut seringkali menyebabkan kematian namun gelaran tersebut masih terus berlangsung. Hal itu disebabkan, lemahnya penegakan hukum pasal 302 KUHP.

Marison menganggap lemahnya penegakan hukum atas pertunjukan adu babi hutan dengan anjing dituding berlindung dalam aspek tradisi dan budaya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.