Warga Dusun Jelok, Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menunjukkan retakan akibat pergeseran tanah. (Foto: KBR/Adhar M.)



KBR, Trenggalek- Sebanyak 70 warga di Dusun Jelok, Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengosongkan rumahnya karena mengalami retak-retak dan rawan terjadi longsor. Salah seorang warga, Suroso mengatakan, retakan bangunan tersebut terjadi akibat pergerakan tanah mulai dari lereng pegunungan hingga perkampungan warga.

Menurut dia retakan di rumah-rumah warga bervariasi, mulai dari retak rambut hingga retak 5 Centimeter.

Selain itu kondisi tanah di beberapa sudut kampung juga mulai banyak yang amblas, bahkan di belakang perkampungan warga, terdapat retakan tanah cukup lebar dengan panjang mencapai ratusan meter.

"Kondisi rumah saya sendiri kenyataanya sudah retak-retak, padahal baru dibangun setahun lalu, ini saya sudah mengungsi ke Desa Sukosari di depan balai desa. Rumah-rumah ini sudah dikosongkan semua," katanya, Kamis (13/10). 



Sementara itu Sekretaris Desa Parakan, Nur Syamsi mengatakan, saat ini jumlah rumah warga yang mengalami retak dan rawan longsor mencapai 21 rumah, yang terdiri dari 23   keluarga. Dari jumlah tersebut 16 kepala keluarga telah mengosongkan rumahnya masing-masing dan mengungsi ke rumah warga lain yang lebih aman.

"Sekarang kawasan dusun sini membahayakan, karena ada tanah yang retak dan sekarang minta bantuan kepada pihak yang berwajib untuk proses evakuasi. Sementara yang sudah mengungsi ada 16 KK, mereka mengungsi ke tetangga sebelah, satu RT ada yang ke Sukosari ada juga yang ke Telasih," ujar Nur Syamsi.  

Nur Syamsi menambahkan,   akan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek untuk mengurus para pengungsi. Hingga saat ini pemerintah setempat belum berencana membuat tempat penampungan khusus untuk para pengungsi.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!