PNS di lingkungan Pemda Kabupaten Banyuwangi menggelar upacara dengan mengenakan pakaian adat suku Osing. (Foto: Hermawan/KBR)



KBR, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur mewajibkan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor Pemkab untuk mengenakan baju adat Osing setiap hari Kamis.

Kewajiban itu diberlakukan mulai Kamis (6/10/2016) hari ini. Suku Osing atau Using merupakan penduduk asli Banyuwangi sejak era Kerajaan Blambangan.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi Muhammad Yanuar Bramuda mengatakan kewajiban mengenakan pakaian adat Osing tiap hari Kamis itu berdasarkan Peraturan Bupati tentang Pakaian Dinas PNS di Lingkungan Pemerintah Banyuwangi.

Kebijakan menggunakan pakaian adat ini untuk menjaga budaya dan menujukkan jati diri serta karakter masyarakat Osing.

Muhammad Yanuar Bramuda mengatakan apabila ditemukan PNS yang tidak mengenakan pakaian adat maka akan diberikan sanksi teguran.

"Kita harus tahu bahwa masyarakat Osing itu adalah masyarakat yang pertama kali  berada di Banyuwangi. Untuk nguri-nguri (melestarikan) itu maka pemerintah daerah juga menguatkan apa yang diusulkan teman-teman budayawan terkait dengan baju adat Oing, yang ini akan segera kita sosialisasikan terutama di kalangan PNS. Sudah barang tentu ini merupakan menjadi kebanggan bagi pemerintah daerah, bagi masyarakat Osing, bahwa ini merupakan nidentitas diri," kata Muhammad Yanuar Bramuda, di Banyuwangi, Kamis (6/10/2016).


Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi  Muhammad Yanuar Bramuda mengharapkan, setiap instansi, badan, perusahaan BUMN dan BUMD bahkan perusahaan swasta juga mewajibkan karyawannya menggunakan pakaian adat Osing setiap hari Kamis.

Tiga lembaga adat Osing Banyuwangi mendukung penuh kebijakan menjadikan baju adat mereka sebagai salah satu pakaian dinas harian bagi Pegawai Negeri Sipil.

Tiga lembaga adat itu yakni Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Osing, Perempuan AMAN Osing dan Lembaga Masyarakat Adat Osing.

Ketua PD AMAN Osing Banyuwangi, Agus Hermawan mengatakan pemakaian baju adat sebagai bentuk dukungan Pemerintah Banyuwangi dalam melestarikan kekayaan budaya daerah.

Secara filosofi, bentuk dan warna pakaian khas adat Banyuwangi itu melambangkan kesederhanaan, kelanggengan, dan ketahanan diri.

Editor: Agus Luqman

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!