Gubernur Bali Minta Warga di Daerah Rawan Bencana Gunung Agung Mengungsi

"Kita bisa bagaimana mengurangi korban baik korban jiwa maupun korban harta, bagaimana caranya ikuti petunjuk kalau harus mengungsi ya mengungsi."

Selasa, 19 Sep 2017 21:34 WIB

Peta kawasan rawan bencana di Gunung Agung, Bali. Sekitar 80.000 jiwa lebih bermukim di daerah berbahaya. (Foto: BNPB)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Karang Asem- Pemerintah Daerah Bali  segera  memindahkan warga yang berada di radius kawasan rawan bencana ke posko pengungsian.  Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengatakan setelah berkoordinasi dengan Pos Pemantauan Gunung Agung di Kecamatan Rendang maka mulai hari ini warga yang berada di radius 6 hingga  7,5 KM dari puncak Gunung Agung akan diungsikan.

Kata dia pemindahan  diutamakan kepada kelompok rentan seperti para orang tua, orang sakit,  balita dan penyandang disabilitas.

"Kita tidak bisa mencegah bagaimana supaya tidak meletus, tidak bisa. Tapi kita bisa bagaimana mengurangi korban baik korban jiwa maupun korban harta, bagaimana caranya ikuti petunjuk kalau harus mengungsi ya mengungsi. Kita sudah siapkan tadi tempat untuk menitipkan mobil, motor, ternak dan uang. Saya sudah minta Kapolres untuk menjaga tempatnya,"  ujar Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Selasa (19/09)



Kata dia, kendala saat ini banyak warga yang tidak mau pergi dari rumah.  Ia berharap warga bisa mentaati peraturan dari pemerintah ini.  Made Mangku menegaskan pemerintah akan memperhatikan masalah kesehatan, makanan dan anak sekolah.

Ia juga berharap petugas bisa tegas dalam evakuasi baik kepada para wisatawan yang ingin memasuki kawasan Gunung Agung. Baik kepada orang asing maupun warga lokal.

Semantara itu Dewa Made Indra Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar mengatakan  di kawasan rawan bencana tiga ada 49.500 penduduk yang harus dievakusi.  Sebanyak  enam titik disiapkan sebagai tempat pengungsian dengan menyiapkan tenda-tenda serta memanfatkan bale banjar.

Sejumlah Desa yang paling beresiko itu di antaranya Desa Buana Giri di lapangan Nyuh Tebel, Desa Sebudi dan Desa Besakih di lapangan Werdiyuana, desa Dukuh dan Desa Ban di Banjar Muntik Gunung.

Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)   menaikkan status Gunung Agung dari level II (Waspada) ke level III (Siaga). Kenaikan status ini terhitung sejak pukul 21.00 Wita Senin (19/09).

Editor: Rony Sitanggang


  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.