Air di Desa Sekotong Tengah, Lombok Tercemar Kandungan Merkuri

Hal itu berdasar temuan cek laboratorium PMI Sekotong Tengah.

Selasa, 05 Sep 2017 15:21 WIB

Ilustrasi: penambang emas (Foto: minerba.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Mataram- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat mendistribusikan air bersih di 4 dusun di desa Sekotong Tengah kabupaten Lombok Barat. Hal ini dilakukan lantaran ditemukannya kandungan merkuri air permukaan atau air yang bersumber dari sumur bor warga di sana.

Kepala BPBD NTB, Moh. Rum mengatakan informasi adanya kandungan merkuri itu berasal dari Palang Merah Indonesia PMI setempat.

“Tidak direkomendasikan oleh PMI di Sekotong Tengah untuk penggunaan air, baik air permukaan maupun air bor ya. Memang di sana ada sumur bor yang dalamnya 75 meter, namun hasil lab (laboratorium-red) di sana itu mengandung merkuri akibat dari penambangan emas liar,"  kata Moh. Rum, di Mataram Selasa (05/09).  

Lanjut Moh. Rum, warga sembarangan membuang limbah merkuri di sekitar permukiman.
 
"Mereka memisahkan lumpur dan emas dengan merkuri. Mereka membuang sembarangan limbahnya, jadi air di sana tidak layak untuk minum,”

Saat ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada warga di Desa Sekotong Tengah, BPBD NTB masih mendistribusikan air bersih dengan kendaraan tangki. Selasa siang ini petugas membawa 250 buah jerigen di Desa Sekotong Tengah untuk diisi air dan akan dibagikan kepada warga.

Data 2014 lalu menyebut ada sekitar 1700an warga di Lombok Barat, termasuk Sekotong Tengah, yang berprofesi sebagai penambang emas. Di areal situ juga banyak warga dari daerah lainnya di pulau Lombok yang mengadu nasib sebagai pencari emas.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi