Hujan Deras, Belasan Desa di Aceh Utara Kebanjiran

Munawar mengklaim telah meminta perhatian dari para pejabat kecamatan untuk terus memantau kondisi di daerah rawan banjir.

Rabu, 29 Mar 2017 14:45 WIB

Ilustrasi. Sejumlah warga melintas jalanan yang terendam banjir, Rabu (4/1/2017). Hujan deras menyebabkan air Sungai Krueng Peutoe meluap. (Foto: Erwin Jalaluddin/KBR)


KBR, Lhokseumawe – Belasan desa di Kecamatan Tanah Luas dan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Aceh kebanjiran. Ketinggian genangan air mencapai setengah meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar mengatakan banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah itu. Hujan deras menyebabkan air sungai meluap hingga merendam permukiman warga.

"Kami imbau masyarakat yang berada di area bantaran sungai agar waspada. Juga bagi warga yang berada di kawasan aliran sungai, perlu hati-hati, seperti di Lhoksukon dan Matangkuli," kata Munawar kepada KBR, di Lhokseumawe, Rabu (29/3/2017).

Munawar mengklaim telah meminta perhatian dari para pejabat kecamatan untuk terus memantau kondisi di daerah rawan banjir.

"Apabila hujan turun terus-menerus Pak Camat harus memantau langsung ke lokasi dan segera melaporkan ke BPBD, supaya diturunkan tim reaksi cepat," kata Munawar.

Hingga siang tadi sebagian besar warga korban banjir masih memilih bertahan di rumah yang terendam, kendati tingkat curah hujan masih tinggi mengguyur kawasan Kecamatan Tanah Luas dan Matangkuli. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dalam bencana itu.

Kecamatan Matangkuli paling luas terendam banjir, yang melanda 10 desa atau gampong. Diantaranya Gampong Parang Sikureung, Alue Thoe, Hagu Tumpok Barat, Ceubrek Pirak, Siren, Lawang, Teungoh Seuleumak, Aleu Euntok, dan Gampong Tanjong Tengku Kari.

Sedangkan di Kecamatan Tanah Luas, banjir terjadi di tiga desa, yaitu Gampong Blang, Serba Jaman dan Tanjong Mesjid.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.