Beruang Madu Selamat dari Jerat Babi di Aceh Jaya

"Lukanya tidak terlalu serius, sehingga dari penilaian tim dokter bisa langsung dilepasliarkan. Kebetulan tadi sempat diobati lukanya dan diberikan vitamin," kata Sapto Aji.

Senin, 05 Feb 2018 14:24 WIB

Beruang madu jantan terkena jerat babi di Desa Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. (Foto: BKSDA Aceh)

KBR, Aceh Jaya – Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) ditemukan terjerat alat penjerat babi di areal perkebunan sawit di Desa Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. 

Binatang langka berusia sekitar enam tahun ini mengalami luka ringan pada kuku dan kaki bagian kanan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan beruang yang terjerat itu langsung ditangani tim ahli dan dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Setelah mendapat perawatan, satwa liar ini dilepasliarkan kembali ke habitatnya di area hutan setempat.

"Kami, BKSDA bersama wildlife ambulance FKH Unsyiah meluncur ke TKP untuk melakukan pengecekan dan sekaligus persiapan pemeriksaan. Di lokasi didapati beruang memang terjerat. Lukanya tidak terlalu serius, sehingga dari penilaian tim dokter bisa langsung dilepasliarkan. Kebetulan tadi sempat diobati lukanya dan diberikan vitamin," kata Sapto Aji menjawab KBR, Senin (5/2/2018).


Kasus hewan dilindungi yang terkena jerat di Aceh, kata Sapto Aji Prabowo, sudah sering kali terjadi tiap tahun. 

Pada April 2017 lalu, seekor beruang madu berusia sekitar lima tahun juga terjebak jerat babi. Kondisi beruang itu luka parah dan kaki bagian kanannya mengalami pendarahan hebat hingga harus diamputasi.

Sapto mengatakan beruang madu memang banyak yang jadi buruan orang. Selain itu, banyak juga beruang madu terperangkap pada jerat yang sebetulnya dipasang petani untuk mengusir hama babi.

"Ini jeratnya untuk babi, tapi berhubung disini area beruang, tentu yang kenanya Si beruang. Untung saja, beruangnya tidak meronta-ronta. Kalau itu terjadi, bisa-bisa kakinya terputus dan terluka parah," kata Sapto. 

Beruang madu (Helarctos malayanus) masuk kategori hewan rentan terancam punah berdasarkan catatan dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) akibat penggundulan hutan yang marak terjadi di wilayah Asia Tenggara. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Polda Minta Novel Kooperatif

  • Novel Tunggu Masukan KPK Soal Pemeriksaan Ulang
  • Polda Jatim Tutup 400 Akun Anonim
  • Kalah, Arsenal Tetap Melaju Ke Babak 16 Besar Liga Europa

Garut adalah salah satu daerah sentra produksi jeruk di Jawa Barat. Jeruk Garut telah ditetapkan sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional dengan nama Jeruk Keprok Garut.