Cuaca Buruk, Ribuan Nelayan Rembang Berhenti Melaut

"Kedua ABK dibawa ke rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang. Kondisinya memang lemas, karena terombang–ambing di tengah ombak besar."

Kamis, 02 Feb 2017 20:59 WIB

Nelayan tak bisa melaut akibat cuaca buruk di Rembang, Jateng. (Foto: KBR/Musyafa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR,  Rembang – Ribuan nelayan tradisional di pesisir pantai Kab. Rembang, Jawa Tengan tidak melaut, karena cuaca buruk.  Ombak besar dan angin kencang dalam sepekan terakhir melanda pesisir pantai utara kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
 
Kepala Desa Bonang, Kec. Lasem, Syaeful Sodiqin menuturkan banyak nelayan pengguna perahu kecil di kampungnya tidak melaut. Bahkan pada hari ini ada 2 orang warganya tenggelam, setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik digulung ombak. Kedua orang tersebut selamat, namun perahu belum ditemukan.
 
“Untuk sementara ini perahu belum ketemu, tapi alhamdulilah ABK nya selamat. Kedua ABK dibawa ke rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang. Kondisinya memang lemas, karena terombang–ambing di tengah ombak besar. Nelayan belum berani mencari perahu yang karam, karena angin kencang. Seandainya beli baru, perahu seperti itu harganya Rp 15 juta, “ jelasnya kepada KBR, Kamis (02/02).
 
Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Hartono mengungkapkan berdasarkan ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem di pantai utara Jawa akan terus berlanjut hingga akhir bulan Februari.
 
“Akhir–akhir ini cuaca memang tidak bagus. Tolong jika melaut, gunakan pelampung. Semua sarana harus dipenuhi. Jika tidak memenuhi standar dan gelombangnya tinggi, mendingan jangan melaut.“ Ungkapnya.
 
Hartono menambahkan selama cuaca ekstrem, belasan perahu nelayan turut rusak. Penyebabnya, perahu saling bertabrakan karena tali tambatan putus. Ada pula yang tenggelam, namun berhasil ditarik kembali.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan