Paradise Paper, Sri Mulyani akan Telusuri Nama-nama yang Muncul

"Dalam rangka untuk memerangi apa yang disebut flow of fund yang sifatnya ellicit"

Senin, 06 Nov 2017 18:50 WIB

Tampilan di Paradise Paper. (Situs: Offshoreleaks)

KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani bakal mengecek data-data Paradise Papers. Kata dia, langkah ini akan melibatkan kerja sama internasional untuk mengusut kemungkinan adanya aliran dana ilegal atau pelanggaran perpajakan.

"Dan dalam rangka untuk memerangi apa yang disebut flow of fund yang sifatnya ellicit atau yang tidak sesuai dengan aturan hukum, itu akan menjadi sesuatu yang menjadi perhatian. Jangan lupa bahwa Indonesia, juga di dalam proses untuk menjadi anggota dari FATF (Financial Action Task Force), di mana itu adalah memerangi berbagai macam ellicit financing. Tapi kalau itu adalah sifatnya adalah formal, namun nanti ada hubungannya dengan perpajakan, ya kita menggunakan kerja sama internasional," kata Sri Mulyani di Kemko PMK, Senin (6/11/2017).

Sri Mulyani menambahkan, penyelidikan terhadap Paradise Papers ini juga untuk memperkuat basis data perpajakan (tax based) Indonesia. Terutama data perpajakan dari golongan sangat kaya.

"Tax based Indonesia terutama yang berasal dari high wealth individual. Itu adalah salah satu yang sedang terus diperbaiki. Dulu dengan tax amnesty. Sesudah tax amnesty, kita lihat datanya. Dan kemudian kita dapat data lagi dari PPATK dan FATF," ujar dia.

Sebelumnya, International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) merilis Paradise Papers. Dalam dokumen ini terungkap ratusan politikus dunia yang diduga menyembunyikan kekayaannya di negara suaka pajak (tax havens). Sejumlah orang Indonesia  yang namanya muncul  dalam dokumen itu antara lain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, anak penguasa orde baru Tommy dan Mamiek Soeharto.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pimpinan DPR Kritik Keputusan Pemerintah Impor Beras Tanpa Rekomendasi Kementan

  • Pertemuan Bilateral Bersama Menhan AS, Ryamizard Akui Belum Mau Beli Alutsista Sekarang
  • Ditetapkan Sebagai Tersangka, Bupati Kebumen Berniat Mengundurkan Diri
  • UE Yakinkan Abbas Yerusalem Timur Jadi Ibu Kota Palestina

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.