TNI AD Perkirakan Investigasi Penyebab Jatuhnya Heli Bell Berlangsung Lama

Tim investigasi TNI Angkatan Darat mulai bekerja menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter Bell 412 EP di Malinau, Kalimantan Utara.

Rabu, 30 Nov 2016 15:02 WIB

Ilustrasi: Helikopter Bell 412 EP milik TNI AD. (Foto: kemhan.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Tim investigasi TNI Angkatan Darat mulai bekerja menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter Bell 412 EP di  Malinau, Kalimantan Utara. Juru bicara TNI AD Sabrar Fadhilah mengatakan, penyelidikan bakal berlangsung cukup lama lantaran membutuhkan proses dan kajian data yang menyeluruh.

"Tentu kalau penyebab ini perlu proses, menyelidiki jatuhnya satu pesawat tidak secepat yang seperti dugaan kita, mulai dari proses penyiapannya, diperiksa ulang, ada kesalahan tidak dalam proses, kemudian dalam penerbangan dicek juga kondisi lain-lain yang mempengaruhi sehingga terjadinya hal itu," kata Sabrar Fadhilah di Monas, Rabu (30/11/2016).

"Dan itu nggak bisa langsung seperti orang ada warna merah dinyatakan merah oleh seseorang karena harus ada bukti, saksi dan pertimbangan lain," tambahnya.

Sementara itu terkait pencarian satu korban hilang, kata Sabrar Fadhilah, timnya masih menunggu komando dari wilayah.

Baca: Tim SAR Kesulitan Cari Helikopter TNI AD

"Sampai sekarang perlu proses mohon bersabar saja bahwa proses dalam rangka menyelesaikan persoalan jatuhnya heli tetap dilakukan, nanti kita menunggu perintah dari kodam setempat," lanjutnya.

Di samping itu, evakuasi bangkai pesawat masih terus diupayakan. Ini lantaran, kondisi medan dan cuaca yang berubah-ubah sehingga menyulitkan tim yang diterjunkan.

"Karena medannya sulit, sehingga tidak bisa setiap saat ada di tempat, cuaca selalu berubah-ubah dst, sehingga nggak bisa terus seperti bayangan kita bahwa bangkainya bisa dengan mudah diangkut dipindahkan untuk dilakukan pemeriksaan, nggak bisa," ujarnya. (ika)

Baca: Tim Tangkap Sinyal ELT dari Heli Bell

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi