Ilustrasi. Helikopter Bell 412 EP milik TNI AD. (Foto: kemhan.go.id)

KBR, Jakarta - PT Dirgantara Indonesia memastikan helikopter jenis Heli Bell 412EP yang hilang kontak di Kalimantan Utara saat hendak mengirimkan logistik wilayah perbatasan itu menggunakan teknologi mutakhir.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia, Andi Alisjahbana menjelaskan, sistem navigasi pada helikopter tersebut sesuai digunakan di daerah-daerah terpencil. Ia pun mengatakan, heli bell 412EP itu baru berusia lima tahun.

"Teknologi helikopter tersebut baru berumur 5 tahun dan heli tersebut dipasangi berbagai teknologi  avionic  penunjang untuk bernavigasi di wilayah terpencil pada siang dan malam," jelasnya kepada KBR melalui pesan singkat, Sabtu (26/11/2016).

Andi Alisjahbana pun meyakini, helikopter milik TNI AD itu mampu melakukan pendaratan darurat di lokasi dengan luas area terbatas, jika secara mendadak cuaca ataupun hambatan lain tak memungkinkan awak melanjutkan perjalanan. Heli Bell 412EP ini juga dilengkapi Emergency Locator Transmitter (ELT) yang akan mengirimkan sinyal untuk mendeteksi lokasi.

"Helikopter itu hilang kontak bukan kecelakaan. Tidak seperti pesawat, heli bisa mendarat di lokasi sempit ukuran 15x15 meter. Jadi masih bisa mendarat dan menunggu cuaca baik atau perbaikan. Apa pun yang mengakibatkan tidak meneruskan perjalanannya," ujarnya.

Baca: Helikopter Bell TNI AD Hilang Kontak

Helikopter jenis Bell 412EP milik TNI Angkatan Darat hilang kontak sejak Kamis (24/11/2016) pukul 10.57 WITA. Helikopter tersebut bergerak dari Tarakan, Kalimantan Timur pada 10.54 WITA menuju Long Bawan, Kecamatan Krayan, Nunukan Kalimantan Utara.

Helikopter Bell 412 EP merupakan buatan pabrikan Bell Helicopter, anak perusahaan Trexton di Amerika Serikat. Di Indonesia, helikopter ini diproduksi bersama Bell dengan PT Dirgantara Indonesia. Dalam laman resmi bellhelicopter.com, disebutkan berukuran medium ini bisa mengangkut 14 penumpang. Pada 2013 lalu PT Dirgantara Indonesia menyerahkan enam unit helikopter Bell 412 EP kepada TNI Angkatan Darat.

Pada Maret 2016, helikopter sejenis, Bell 412 EP bernomor registrasi HA-5171 jatuh dan meledak di Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Sebanyak 13 orang tewas dalam insiden tersebut. (ika)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!