Bertemu Presiden, Ini yang Dibahas Anies-Sandi

"Beliau jelaskan pengalaman beliau ketika menata Waduk Pluit, komunikasi menjadi kunci. Juga kasus-kasus lain."

Rabu, 25 Okt 2017 15:36 WIB

Presiden Joko Widodo (kiri) bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/10). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka hari ini.  Pertemuan itu juga dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono.

Usai pertemuan, Anies menyatakan tidak membicarakan soal reklamasi Teluk Jakarta. Anies berkilah hanya membicarakan topik-topik yang dipilih Presiden. Reklamasi tidak masuk di dalam topik tersebut.

"Nanti yang soal reklamasi, jangan sekarang. Kita ikut semuanya apa yang menjadi pembicaraan Presiden. Betul (Presiden yang menentukan topik pembicaraan). Nanti kalau soal reklamasi, jangan sekarang," kata Anies usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/10/2017)

Anies menuturkan ada enam topik yang dibahas dengan Presiden yakni Asian Games, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), penanggulangan banjir, penataan kampung kumuh, dan pembangunan stadion internasional.

Menurut Anies, Jokowi sempat membagikan pengalaman selama menjadi gubernur Jakarta. Kata dia, Jokowi menekankan pentingnya komunikasi dengan semua pihak

"Beliau jelaskan pengalaman beliau ketika menata Waduk Pluit, komunikasi menjadi kunci. Juga kasus-kasus lain."

Anies memastikan bakal mengunjungi semua tokoh yang pernah menjabat sebagai gubernur Jakarta untuk menggali pengalaman, termasuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Semuanya. pak Sutiyoso juga akan ketemu nanti," ujar bekas Menteri Pendidikan ini.

Hal senada sebelumnya disampaikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno sebelum pertemuan. Dia mengatakan, pertemuan  hanya akan membicarakan gambaran umum rencana kerja Anies-Sandi.

"Dugaan saya pembicaraan tidak akan detil. Seandainya ada pembicaraan mengenai kelanjutan projek (reklamasi) dan kepastian berinvestasi, tentunya kita akan pikirkan solusinya. Tapi tetap dalam koridor yang sesuai dengan 23 rencana kerja," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

23 rencana kerja itu beberapa di antaranya berkaitan dengan tujuh janji Anies-Sandi menolak proyek reklamasi, saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Janji-janji tersebut adalah mengutamakan nelayan dan masyarakat sekitar, mengutamakan pemeliharaan lingkungan, mengembalian fungsi pulau reklamasi yang sudah dibangun untuk kepentingan masyarakat, konservasi, dan infrastruktur, membuka partisipasi publik, menolak pembangunan pulau reklamasi yang berorientasi pada kepentingan komersil, memberi rehabilitasi pantai, dan memastikan memberi jalan keluar terbaik bagi pengembang yang sudah investasi.

Selain gambaran umum mengenai rencana kerja, Sandi melanjutkan, kemungkinan Jokowi akan bercerita dan membagi pengalamannya dalam hal memimpin Jakarta, beberapa tahun lalu.

Senada dengan Sandi, Gubernur Anies mengatakan, tidak ada hal khusus yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Namun Anies yakin, pertemuan dengan Jokowi dapat memberikan manfaat besar baginya dalam menjalankan kepemimpinan di DKI Jakarta.

"Tapi kalau kami sendiri melihat banyak berdiskusi dengan pengalaman beliau memimpin di Jakarta. Pasti akan bisa memberikan manfaat yang besar. Beliau memimpin di sini (Jakarta) dan memimpin Indonesia. Pasti banyak sekali lesson learned yang bisa bermanfaat bagi kita," ujarnya.

Anies menjelaskan, pertemuan hari ini terencana saat dirinya mendapat arahan dari Presiden Jokowi kemarin di Istana. Tetapi, Anies dan Sandi tidak menyebut nama-nama yang berencana hadir di pertemuan tersebut.

KBR, Jakarta - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, tidak akan membicarakan masalah reklamasi secara spesifik. Sandi mengatakan, pertemuan yang rencananya berlangsung siang ini di Istana Kepresidenan Jakarta itu, hanya akan membicarakan gambaran umum rencana kerja Anies-Sandi.

"Dugaan saya pembicaraan tidak akan detil. Seandainya ada pembicaraan mengenai kelanjutan projek (reklamasi) dan kepastian berinvestasi, tentunya kita akan pikirkan solusinya. Tapi tetap dalam koridor yang sesuai dengan 23 rencana kerja," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

23 rencana kerja itu beberapa di antaranya berkaitan dengan tujuh janji Anies-Sandi menolak proyek reklamasi, saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Janji-janji tersebut adalah mengutamakan neyalan dan masyarakat sekitar, mengutamakan pemeliharaan lingkungan, mengembalian fungsi pulau reklamasi yang sudah dibangun untuk kepentingan masyarakat, konservasi, dan infrastruktur, membuka partisipasi publik, menolak pembangunan pulau reklamasi yang berorientasi pada kepentingan komersil, memberi rehabilitasi pantai, dan memastikan memberi jalan keluar terbaik bagi pengembang yang sudah investasi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"