Agus Yudhoyono Nyagub, Ini Permintaan Panglima pada Anggota TNI

Gatot meminta seluruh anggota TNI untuk fokus membantu pengaman Pilkada.

Rabu, 05 Okt 2016 12:08 WIB

Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Antara


KBR, Jakarta- Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, meminta seluruh anggotanya tidak ikut berkampanye pada Pilkada serentak mendatang. Ini mengingat bekas anggota TNI, Agus Harimurti Yudhoyono, telah mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

"Mantan Mayor Agus, ya sekarang sudah Agus, dia adalah komandan batalyon di wilayah Jakarta-Tangerang, itu dekat jakarta, maka secara psikologis pasti ada prajuritnya yang bersimpati kemudian mendukungnya," kata Gatot usai perayaan HUT TNI ke-72 di Mabes TNI, Rabu (05/10/16).

Setelah menerima surat pengunduran diri dari Agus Yudhoyono, Gatot mengatakan dirinya langsung mengumpulkan seluruh petinggi TNI di Cimahi. Ia meminta seluruh anggotanya untuk netral pada Pilkada serentak mendatang. Selain itu ia meminta seluruh anggota TNI untuk fokus membantu pengaman Pilkada.

"Saya perintahkan kepada petinggi TNI untuk menyampaikan sampai kepada prajurit yang terendah sehingga mereka paham," ujarnya.

Gatot juga meminta masyarakat mengawasi anggota TNI dalam pelaksanaan Pilkada. Apabila ada anggota TNI yang terindikasi tidak netral untuk segera melaporkan kepada instansi TNI terdekat. Ia berjanji, akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai proses hukum yang berlaku.

"Ada Koramil, ada Kodim, ada pos POM dan lain sebagainya. Apa yang dia lakukan pasti TNI akan melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan," tegasnya.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.