Pilkada DKI, Alasan Agus Menerima Pencalonan

"Seorang pemimpin harus bisa dan berani mengambil keputusan.Tanpa paksaan dan tekanan dari siapa pun"

Jumat, 23 Sep 2016 21:47 WIB

Bakal Calon Gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) dan Bakal Cawagub Sylviana Murni (kiri) didampingi pimpinan partai pengusung mengangkat jempol saat menyerahkan dokumen pendaftaran di KPUD DK

KBR, Jakarta- Agus Harimurti Yudhoyono siap mengembangkan Jakarta dengan jargon Jakarta Untuk Rakyat. Pasca pendaftaran, pasangan bakal calon Agus Harimurti Yudhoyono dan Slyvia Murni memberikan pidato politiknya.

Dalam pidato politik selama 10 menit itu, Agus Harimurti memberikan penjelasan dan alasannya menerima untuk dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta.

Dalam pidato dengan mata berkaca-kaca Agus Harimurti sebagai seorang perwira mengaku sedih harus meninggalkan dunia militer.

"Saya harus menentukan pilihan dan keputusan yang tidak mudah. Apakah saya akan terus menjalankan karir saya di militer atau memilih pengabdian di jalur yang berbeda. Empat partai, PPP, Demokrat, PAN, PKB meminta saya sebagai calon. Saya hanya memiliki waktu yang terbatas karena saya baru kembali dari Darwin, Australia. Seorang pemimpin harus bisa dan berani mengambil keputusan.Tanpa paksaan dan tekanan dari siapa pun saya mengambil keputusan. Sejak tadi pagi saya mengikuti respon, banyak yang merasa sedih karena merasa saya memiliki karir yang baik di militer. Dengan hati yang tulus saya meyakinkan rasa cinta saya kepada institusi TNI yang menempa saya tidak akan pernah pudar," jelasnya.

Dalam pidato politiknya itu Agus banyak bicara soal pengalaman di TNI mulai dari pengabdian hingga harus siap menjalankan kepercayaan sebagai calon Gubernur.

"Saya bertekad dan akan bekerja sekuat tenaga untuk DKI Jakarta semakin maju, aman, tertib, ekonomi tumbuh, sejahtera dan kesenjangan sosial tidak makin menjadi. Hukun dan keadilan makin tegak, kejahatan terus kita perangi dan lingkungan makin terjaga serta pemerintahan dikelola dengan tertib dan terbebas dari penyimpangan terhadap hukum dan aturan. Juga mengatasi masalah permanen seperti banjir dan kemacetan.Ini tugas yang tidak mudah. Tantangannya besar. Jakarta yang lebih baik bisa kita wujudkan bersama, " katanya.

Usai memberikan pidato politik, Bakal Calon Gubernur Agus Harimurti Yudhoyono dan Slyvia Murni enggan menjawab pertanyaan wartawan mengenai detil program-program yang akan diusung dalam kampanye nanti.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

OTT di PN Jaksel, KPK Tetapkan Dua Orang Tersangka

  • DPR Akan Panggil Panglima TNI Terkait Pembelian Helikopter AW 101
  • Polres Jombang Temukan Modus Penjualan Narkoba Secara Kredit
  • Presiden AS Pilih Pertahankan Pasukan dari Afghanistan

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta