Menteri Luhut Sarankan Daerah Tiru Proyek LRT Jakarta, Jika...

"Saya juga ingin menginformasikan kepada publik, bahwa BlackRock, salah satu fund manager besar dunia yang punya capital sampai 53 triliun dolar, sudah pengen masuk kesini," kata Luhut Panjaitan.

Jumat, 04 Agus 2017 23:11 WIB

Proyek pembangunan kereta ringan Light Rapid Transit LRT di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (15/7/2017). (Foto: ANTARA/Reno Esnir)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyarankan daerah meniru proyek pembangunan transportasi massal kereta cepat ringan (Light Rapid Transit/LRT) yang saat ini sedang dibangun di Jakarta.

Namun saran itu baru bisa diterapkan jika proyek LRT di Jakarta berhasil. Luhut mengatakan jika LRT Jakarta sukses, maka akan banyak investor swasta yang tertarik bergabung dalam struktur pembiayaan proyek mahal itu.

Jika banyak investor tertarik, kata Luhut, maka biaya proyek LRT di luar Jakarta akan lebih murah dan tidak terlalu memakan anggaran pemerintah yang besar.

"Ini pertama kali di negara kita. Dengan struktur financing ini, kami berharap model ini akan bisa dipake di daerah padat penduduk seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Medan dan Ujung Pandang," kata Luhut, di Jakarta, Jumat (8/4/2017).

Luhut yakin proyek LRT serupa bakal banyak mengurangi kemacetan di daerah padat penduduk di luar Jakarta.

"Saya juga ingin menginformasikan kepada publik, bahwa BlackRock, salah satu fund manager besar dunia yang punya capital sampai 53 triliun dolar, sudah pengen masuk kesini. Jadi mereka pengen juga turut mendanai proyek ini karena proyek ini memang bagus," kata Luhut.

Luhut menjelaskan dalam proses pembiayaan proyek LRT Jakarta hingga kini sudah memakan anggaran sebesar Rp4 triliun, dari total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp19,5 triliun belum termasuk hitungan PPN.

Baca juga:


Minta maaf

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan juga meminta maaf kepada warga Jakarta, karena selama pembangunan Jakarta LRT berdampak pada kemacetan lalu lintas. Ia yakin pembangunan proyek bisa berjalan mulus sehingga besar kemungkinan proyek akan selesai tepat waktu.

"Kami semua minta maaf pada publik ini, karena pembangunan ini pasti menimbulkan ketidak nyamanan. Tapi kita tidak punya pilihan, jadi kami semua harap proses ini cepat selesai, tidak terlalu lama masalah masyarakat terganggu," kata Luhut.

Direktur Utama PT Adhi Karya Budi Harto mengatakan kemacetan yang ditimbulkan dari proyek Jakarta LRT akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait, supaya bisa diminimalkan.

Proyek Jakarta LRT ini nantinya akan memiliki jalur sepanjang 70 kilometer, dengan 3 jalur transit yakni Cibubur-Cawang, Cawang-Duku Atas dan Bekasi Timur-Cawang.

Budi Harto mengatakan jika Jakarta LRT selesai dibangun maka dalam sehari kereta ringan dapat mengantar sebanyak 46.500 penumpang. Apa lagi dengan sistem sinyal moving block yang diterapkan, selain menambah tujuan transit juga bisa menghemat biaya subsidi hingga Rp6 triliun.

Selain dapat menampung penumpang dalam jumlah besar, Jakarta LRT juga dapat menghemat waktu tempuh dan mengurangi kemacetan. Walau pada proses pembangunannya masyarakat akan mengalami gangguan lalulintas di beberapa ruas di ibukota.

"Bayangkan, Anda dari Cibubur ke Dukuh Atas kira-kira hanya 25-30 menit itu lebih cepat," kata Budi Harto.

Selain Jakarta, saat ini proyek LRT juga tengah dibangun di Palembang, Sumatera Selatan. Proyek ini akan menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kompleks stadion Jakabaring, Palembang. Proyek ini ditargetkan beroperasi Juni 2018, dua bulan sebelum Asian Games 2018.
 
Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok